Hari Bebas Kendaraan Bermotor, Dorong Udara Kota Bersih dan Sehat
- 22 Sep 2026 14:54 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Hari Bebas Kendaraan Bermotor Sedunia diperingati setiap tahun pada atau sekitar 22 September di berbagai kota dunia. Peringatan ini mengajak masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi untuk sementara waktu sebagai upaya mengurangi polusi udara sekaligus mendorong aktivitas berjalan kaki dan bersepeda.
Dilansir dari laman United Nations Environment Programme (UNEP), peringatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat bagaimana lingkungan perkotaan dapat dimanfaatkan dengan lebih sedikit kendaraan bermotor. Jalan yang biasanya dipenuhi kendaraan dapat digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat, termasuk olahraga, rekreasi, dan aktivitas komunitas.
Polusi udara dari sektor transportasi menjadi salah satu persoalan penting, terutama di kawasan perkotaan. Emisi kendaraan merupakan salah satu sumber utama polusi udara luar ruangan dan transportasi juga menjadi sumber emisi karbon dioksida dari bahan bakar fosil yang pertumbuhannya paling cepat.
Pengurangan penggunaan kendaraan bermotor dapat memberikan dampak terhadap kualitas udara yang dapat diamati secara langsung. UNEP mencatat bahwa pelaksanaan hari bebas kendaraan pertama di Paris pada September 2015 dikaitkan dengan penurunan emisi gas buang sebesar 40 persen.
Selain mengurangi emisi, Hari Bebas Kendaraan Bermotor juga menyoroti pentingnya menciptakan ruang kota yang lebih aman bagi pejalan kaki dan pesepeda. Infrastruktur perkotaan yang mendukung berjalan kaki dan bersepeda dapat membantu masyarakat memiliki pilihan mobilitas yang lebih ramah lingkungan.
Peringatan ini juga sejalan dengan berbagai gerakan untuk meningkatkan kualitas udara melalui perubahan perilaku masyarakat dan kebijakan perkotaan. Salah satunya adalah kampanye Breathe Life yang mendorong penggunaan energi bersih, penghijauan, berjalan kaki, bersepeda, serta berbagai upaya untuk mengurangi polusi udara.
Hari Bebas Kendaraan Bermotor Sedunia menjadi pengingat bahwa kualitas lingkungan perkotaan berkaitan erat dengan pilihan transportasi sehari-hari. Momentum 22 September dapat dimanfaatkan untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya mobilitas yang lebih bersih, ruang publik yang aman, dan kota yang lebih berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....