Hari Literasi Internasional, Dorong Akses Pendidikan yang Setara

  • 08 Sep 2026 21:41 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Hari Literasi Internasional diperingati setiap 8 September di seluruh dunia untuk mengingatkan pentingnya literasi dalam membangun masyarakat yang lebih berpengetahuan, adil, damai, dan berkelanjutan. UNESCO menyebut literasi sebagai hak dasar setiap manusia yang membuka akses terhadap berbagai hak, kebebasan, pengetahuan, serta kesempatan untuk berpartisipasi sebagai warga dunia.

Dilansir dari laman UNESCO, peringatan Hari Literasi Internasional pertama kali dirayakan pada 1967, setelah UNESCO memproklamasikannya pada 1966 dalam sidang ke-14 Konferensi Umum UNESCO. Sejak saat itu, momentum tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi perkembangan literasi sekaligus mendorong upaya mengatasi berbagai kesenjangan pendidikan.

Pada 2026, Hari Literasi Internasional memasuki peringatan ke-60 dengan tema “Literacy for people, the planet and prosperity” atau literasi untuk manusia, planet, dan kemakmuran. Tema tersebut menekankan pentingnya literasi dalam memperkuat inklusi, mendukung masa depan berkelanjutan, serta memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh penghidupan dan meningkatkan kesejahteraan.

Meski berbagai kemajuan telah dicapai, tantangan literasi masih besar di berbagai belahan dunia. UNESCO mencatat sedikitnya 739 juta remaja dan orang dewasa masih belum memiliki kemampuan literasi dasar pada 2024, sementara empat dari sepuluh anak belum mencapai tingkat kemampuan membaca minimum.

Persoalan literasi juga berkaitan erat dengan akses terhadap pendidikan yang berkualitas dan kesempatan belajar sepanjang hayat. Karena itu, penguatan literasi tidak hanya membutuhkan peran sekolah dan guru, tetapi juga dukungan pemerintah, masyarakat, keluarga, serta berbagai organisasi untuk memastikan setiap orang memperoleh kesempatan belajar.

Peringatan Hari Literasi Internasional 2026 akan dipusatkan di Chiapas, Meksiko, pada 8 dan 9 September melalui pertemuan yang melibatkan UNESCO, pemerintah, pendidik, pakar, dan peserta didik. Kegiatan tersebut juga mencakup pemberian UNESCO International Literacy Prizes untuk mengapresiasi berbagai program literasi yang dinilai memberikan kontribusi penting bagi masyarakat.

Hari Literasi Internasional menjadi pengingat bahwa kemampuan membaca dan menulis merupakan fondasi penting untuk memperoleh pengetahuan, mengembangkan keterampilan, dan meningkatkan kualitas hidup. Melalui penguatan literasi yang inklusif dan berkelanjutan, masyarakat diharapkan mampu menghadapi perubahan zaman sekaligus membangun kehidupan yang lebih damai, adil, dan sejahtera.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....