Gubernur Kalteng Beri Sembako dan Uang Tunai ke Mahasiswa Terdampak Karhutla
- 21 Sep 2026 19:58 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Sebanyak 3.000 mahasiswa di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menerima bantuan pangan dan uang tunai dari Pemprov Kalteng.
Bantuan tersebut diserahkan langsung Gubernur Kalteng Agustiar Sabran di Halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Palangka Raya, Sabtu, 19 September 2026.
Penyaluran ini menjadi tahap kedua setelah sebelumnya bantuan pangan diberikan kepada mahasiswa di lokasi yang sama pada 16 September 2026.
Setiap mahasiswa menerima paket sembako berupa 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng dan 1 kilogram gula pasir. Selain itu, bantuan juga dilengkapi multivitamin, masker KN95 serta uang tunai sebesar Rp100 ribu untuk masing-masing mahasiswa.
Gubernur Agustiar mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap mahasiswa yang ikut merasakan dampak karhutla, baik dari sisi kesehatan maupun kondisi ekonomi.
“Hari ini kita berbagi kepada mahasiswa yang terdampak. Bukan hanya mahasiswa, seluruh masyarakat Kalimantan Tengah yang terdampak juga menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, kami menyiapkan bantuan pangan, kesehatan, air bersih, masker, dan vitamin bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Agustiar.
Selain bantuan, Agustiar mengajak mahasiswa turut berperan dalam membantu penanganan karhutla. Peran tersebut dapat dilakukan melalui keterlibatan di lapangan maupun membantu memberikan edukasi kepada masyarakat dan menyebarkan informasi yang benar melalui media sosial.
“Gunakan handphone dan media sosial dengan bijaksana. Kalau ada informasi yang simpang siur, mari kita luruskan dengan informasi yang benar. Kita bersama-sama menjaga Kalimantan Tengah dan mengantisipasi karhutla,” ucapnya tegas.
Ia juga mendorong mahasiswa ikut membangun kepedulian terhadap lingkungan, antara lain dengan memantau kondisi di sekitar tempat tinggal serta mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo, menyampaikan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai unsur.
Pemerintah daerah bersama relawan mahasiswa, ASN, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan masyarakat pengelola hutan desa terus bergerak dalam penanganan di lapangan.
“Solidaritas, kolaborasi, dan kebersamaan kita sangat penting. Semua sumber daya yang kita miliki digerakkan agar masyarakat Kalimantan Tengah tetap terlindungi,” kata Edy.
Edy juga meminta mahasiswa tetap menjalankan pendidikan dengan baik sembari memberikan dukungan terhadap upaya penanganan karhutla di lingkungan masing-masing.
“Adik-adik tetap bersemangat mengejar ilmu dan pendidikan. Di tengah kondisi ini, mari kita bersatu padu membantu menyelesaikan kebakaran hutan dan lahan agar segera berlalu dari Bumi Tambun Bungai,” ujarnya.
Sekretaris Daerah Kalteng, Linae Victoria Aden, menambahkan mahasiswa penerima bantuan berasal dari berbagai perguruan tinggi, termasuk mahasiswa yang memiliki KTP di luar Kalteng tetapi sedang menempuh pendidikan di wilayah tersebut.
“Walaupun KTP-nya dari luar Kalimantan Tengah, selama berada dan menempuh pendidikan di sini, kalian merupakan bagian dari masyarakat Kalimantan Tengah. Perhatian pemerintah terhadap mahasiswa semuanya sama,” ujar Linae.
Ia juga mengingatkan mahasiswa memanfaatkan masker dan multivitamin yang diberikan untuk menjaga kesehatan di tengah paparan asap karhutla.
“Masker dan multivitamin yang diberikan bukan sekadar simbol, tetapi pengingat agar anak-anak kita menjaga kesehatan. Masker digunakan dan multivitamin dikonsumsi sesuai anjuran,” katanya.
Linae menegaskan, mahasiswa yang tidak terlibat langsung dalam penanganan karhutla tetap dapat mengambil peran dengan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....