Harga Cabai di Pasar Tradisional Palangka Raya Tembus Rp140 Ribu

  • 22 Sep 2026 10:29 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Harga komoditas cabai di sejumlah pasar tradisional Kota Palangka Raya mengalami kenaikan signifikan. Cuaca ekstrem serta gangguan jalur distribusi dari luar daerah disinyalir menjadi pemicu utama melonjaknya harga bahan dapur ini.

Saat ini, harga cabai lokal untuk tingkat grosir atau partai mencapai Rp120.000 per kilogram. Sementara di tingkat eceran, harganya melonjak hingga Rp140.000 per kilogram.

Adapun cabai yang didatangkan dari Pulau Jawa dijual pada kisaran Rp110.000 hingga Rp120.000 per kilogram. Salah seorang pedagang sayur-sayuran, Yuli, mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah penyokong, termasuk Pulau Jawa. Selain itu, faktor cuaca lokal juga turut memperkeruh jalur pasokan.

"Selain cuaca ekstrem dan gelombang tinggi air laut yang mengganggu jalur laut, kabut asap serta kondisi transportasi di wilayah Kalimantan turut berdampak pada kelancaran pasokan bahan kebutuhan pokok dari luar daerah," ujar Yuli.

Ia menambahkan, tersendatnya pasokan membuat cabai yang ada di pasaran menjadi langka dan harganya membumbung tinggi. Lonjakan harga ini tak pelak memukul daya beli masyarakat. Banyak konsumen yang biasanya membeli cabai dalam jumlah 1/4 kilogram hingga 1 kilogram, kini terpaksa mengubah pola belanja mereka.

"Daya beli masyarakat ikut menurun. Pembeli yang biasanya beli seperempat atau satu kilo, sekarang banyak yang hanya mampu membeli seharga Rp5.000 sampai Rp10.000 saja untuk sekali masak," kata Yuli.

Menanggapi fenomena kenaikan harga tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Palangka Raya, Fajar Bhakti, menegaskan pihaknya terus memantau ketersediaan dan fluktuasi harga bahan pokok setiap hari. "Setiap hari kami memantau ketersediaan termasuk fluktuasi harga di pasar sebagai bahan evaluasi terhadap kondisi pasokan," kata Fajar Bhakti.

Fajar menjelaskan, berdasarkan analisis dan pemantauan secara umum, ketersediaan bahan kebutuhan pokok di tingkat pedagang besar maupun distributor sebenarnya masih dalam kondisi aman dan belum mengalami kendala berarti.

"Biasanya kalau ada keterlambatan atau kelangkaan, otomatis harga-harga akan bergejolak. Pemantauan rutin ini penting agar kita bisa segera mendeteksi jika ada gangguan distribusi," ujarnya.

Pemerintah daerah berharap dinamika harga yang dipengaruhi oleh cuaca, musim kemarau, maupun hambatan transportasi laut dan darat ini dapat segera teratasi, sehingga distribusi bahan pokok ke Kota Palangka Raya kembali lancar dan harga kembali stabil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....