Kabut Asap Karhutla Picu Kekhawatiran Gangguan Kesehatan Warga
- 20 Sep 2026 22:37 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kabut asap yang semakin tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya menjadi kekhawatiran tersendiri di masyarakat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, salah satunya gangguan pada saluran pernapasan.
Salah satu warga Palangka Raya, Ismita, turut mengalami keluhan gangguan pernapasan selama kondisi kabut asap. Terlebih dalam beberapa hari terakhir, kabut asap yang semakin tebal membuatnya merasa tidak nyaman bernapas, disertai keluhan batuk dan sakit tenggorokan.
"Menurut saya kondisi kabut asap yang semakin tebal beberapa hari ini sangat memprihatinkan, karena selain mengganggu jarak pandang, kabut asap juga membuat aktivitas sehari-hari menjadi kurang nyaman. Seperti gangguan pernapasan yang saya rasakan sekarang, batuk dan tenggorokan itu rasanya enggak enak banget, kurang nyaman gitu," katanya, Minggu, 20 September 2026.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bukit Hindu, Hellyana, mengatakan selama periode Juli hingga Agustus terjadi peningkatan kasus ISPA hingga mencapai 480 pasien. Namun, pada September, kasus ISPA tercatat menurun dan hingga 19 September tercatat sebanyak 307 kasus.
"Untuk di Puskesmas Bukit Hindu sendiri, di bulan Juli kemarin untuk kasus ISPA ada di 436, di bulan Agustus ada peningkatan sekitar 480, dan di bulan September ini sampai tanggal 19 kemarin di hari Sabtu itu sudah di 307. Untuk sementara sih tidak ada kenaikan yang sangat signifikan sekali selama kasus kabut asap ini," katanya.
Kondisi kabut asap tidak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga aktivitas dan kenyamanan masyarakat sehari-hari. Warga berharap penanganan karhutla dapat dilakukan lebih cepat dan maksimal, terutama dalam memadamkan titik api agar kebakaran tidak semakin meluas.
Masyarakat juga berharap pemerintah memperkuat penanganan dampak kabut asap dengan menyediakan masker yang layak serta layanan kesehatan yang mudah diakses. Upaya tersebut dinilai penting untuk melindungi kesehatan dan kenyamanan masyarakat Palangka Raya selama kondisi kabut asap masih terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....