Sampah Masih Menjadi Persoalan Lingkungan yang Sulit Diatasi

  • 18 Sep 2026 22:10 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Sampah hingga kini masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang sulit diatasi. Pertumbuhan penduduk, meningkatnya aktivitas masyarakat, serta pola konsumsi yang menghasilkan lebih banyak barang sekali pakai membuat timbulan sampah terus menjadi perhatian.

Ketika tidak dikelola dengan baik, sampah dapat menumpuk, mencemari lingkungan, mengganggu kebersihan kota, hingga berpotensi menimbulkan persoalan kesehatan.

Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan banyaknya sampah yang dihasilkan, tetapi juga kemampuan dalam mengelolanya.

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional atau SIPSN menunjukkan bahwa dari data 278 kabupaten dan kota yang masuk pada 2026, sampah yang tercatat terkelola sebesar 32,9 persen, sedangkan 67,1 persen masih masuk kategori tidak terkelola.

Data ini menunjukkan masih besarnya tantangan dalam pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga tempat pemrosesan akhir.

Masalah sampah juga berkaitan erat dengan keterbatasan kapasitas tempat pemrosesan akhir. Kementerian Lingkungan Hidup menyebut banyak TPA telah memasuki usia yang cukup tua dan membutuhkan pembenahan. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya mengurangi sampah sejak dari sumbernya agar beban TPA tidak terus bertambah.

Sampah plastik menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian karena sulit terurai secara alami dan berpotensi mencemari lingkungan dalam jangka panjang.

Dikutip dari situs ANTARA menjelaskan berdasarkan data SIPSN, dari 34,2 juta ton sampah yang dilaporkan dari 317 kabupaten dan kota pada 2024, sekitar 19,74 persen di antaranya merupakan sampah plastik. Sampah plastik yang bocor ke lingkungan dapat mencemari tanah dan perairan serta mengganggu ekosistem.

Karena itu, penanganan sampah membutuhkan upaya dari hulu hingga hilir. Pengurangan penggunaan barang sekali pakai, pemilahan sampah sejak dari rumah, pemanfaatan kembali barang yang masih bisa digunakan, serta pengolahan sampah organik dan anorganik menjadi bagian penting dari upaya tersebut.

Kementerian Lingkungan Hidup juga menekankan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah sendiri.

Dengan demikian, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan atau pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

Perubahan kebiasaan dari hal sederhana, seperti membuang dan memilah sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta mendukung kegiatan daur ulang, dapat membantu mengurangi beban lingkungan.

Ketika kesadaran masyarakat berjalan bersama dengan sistem pengelolaan yang baik, persoalan sampah diharapkan dapat ditangani secara lebih berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....