Ampas Tahu Disulap Menjadi Pupuk Organik Ramah Lingkungan

  • 11 Jun 2026 21:56 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Limbah ampas tahu yang selama ini kerap dibuang begitu saja ternyata dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi tanaman. Selain mengurangi pencemaran lingkungan, pemanfaatan ampas tahu juga membantu petani dan masyarakat menghemat biaya pemupukan.

Ampas tahu diketahui masih mengandung berbagai unsur hara penting seperti nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, kalsium, serta bahan organik yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesuburan tanah. Kandungan tersebut menjadikan ampas tahu sebagai bahan yang potensial untuk diolah menjadi pupuk organik.

Proses pembuatan pupuk organik dari ampas tahu cukup sederhana. Bahan yang diperlukan antara lain ampas tahu, dedaunan kering atau sekam, larutan EM4, gula merah, dan air. Semua bahan dicampur hingga merata, kemudian difermentasi dalam wadah tertutup selama dua hingga tiga minggu.

Selama proses fermentasi, campuran perlu diaduk atau dibalik secara berkala agar penguraian berlangsung sempurna. Pupuk yang telah matang ditandai dengan warna cokelat kehitaman, tekstur remah, dan tidak mengeluarkan bau busuk menyengat.

Selain dijadikan kompos padat, ampas tahu juga dapat diolah menjadi pupuk organik cair. Caranya dengan mencampurkan ampas tahu, air, gula merah, dan EM4 ke dalam wadah tertutup, lalu difermentasi selama 7 hingga 14 hari hingga menghasilkan larutan kaya nutrisi bagi tanaman.

Penggunaan pupuk organik dari ampas tahu dinilai mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan aktivitas mikroorganisme, serta membantu pertumbuhan tanaman secara alami. Pemanfaatan limbah ini juga menjadi solusi pengelolaan sampah organik yang lebih berkelanjutan.

Melalui inovasi sederhana tersebut, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna. Dengan begitu, lingkungan tetap terjaga sekaligus mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....