Kebakaran Besar Hanguskan Lima Hektare Lahan Tjilik Riwut Km 20

  • 15 Sep 2026 20:46 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kebakaran besar terjadi di lahan Jalan Tjilik Riwut Kilometer 20, Kota Palangka Raya, Senin pagi, 14 September 2026, yang menghanguskan sekitar lima hektare lahan. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 06.00 WIB tersebut berhasil dipadamkan dalam waktu sekitar dua jam oleh petugas Pemadam Kebakaran TNI Angkatan Darat.

Pemilik lahan, Batarung, mengatakan dirinya bersama keluarga telah memantau kondisi lahan selama beberapa hari, karena sebelumnya terjadi kebakaran di sekitar area tersebut yang sempat berhasil dipadamkan. Namun, bara api dari wilayah yang terbakar kembali menyala dan merembet hingga menghanguskan lahan serta bangunan rumah lama milik orang tuanya.

“Kejadian ini sebenarnya sudah kita laporkan kemarin api itu dari belakang. Nah, tapi kita sudah upaya lakukan dan juga ada pemadam oleh apinya juga sudah mulai kecil malam tadi. Jadi kita tinggal. Jadi ternyata pagi tadi setengah tujuh apinya sudah besar,” katanya.

Setelah berhasil memadamkan api, Komandan Regu Damkar TNI Angkatan Darat, Gibran, masih menurunkan pasukannya untuk melakukan pembasahan lahan. Menurutnya, pendinginan dan pembasahan penting dilakukan untuk mencegah bara kembali menyala, terutama saat kondisi angin kencang pada malam hari.

“Kalau sudah padam masih ada potensi kebakaran karena kalau malam itu angin sangat kencang jadi bara-bara apinya bisa hidup lagi dan membakar lagi. Makanya kami lembapkan tanaman-tanaman yang kering agar malam tidak merambat baranya ke tanaman kering. Kalau malam kan bisa menjadi kebakaran besar juga,” katanya.

Gibran menjelaskan, proses pemadaman juga terkendala sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran. Tim kemudian mengambil air di Kilometer 21 karena air di sekitar jembatan dikhawatirkan kotor dan dapat mengganggu sistem penyaringan mobil pemadam.

Petugas memastikan pembasahan terus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api dari bara yang masih tersisa. Kondisi lahan yang kering dan angin kencang menjadi perhatian utama agar kebakaran tidak kembali meluas ke area sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....