Sinergi Satgas, Percepat Edukasi dan Penanganan Karhutla Kalteng
- 30 Sep 2026 18:33 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Upaya percepatan penanganan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Kalimantan Tengah terus digencarkan untuk mencegah dampak yang semakin luas. Sinergi antar sektor diperlukan untuk meningkatkan efektivitas mitigasi dan penanganan Karhutla di wilayah tersebut.
Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian atau STIK Lemdiklat Polri turut berpartisipasi sebagai satuan tugas untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Salah satu mahasiswa STIK Lemdiklat Polri, Iptu Rangga Nurrizaldy, mengatakan kasus Karhutla di Kalimantan Tengah didominasi faktor manusia, sehingga masyarakat diimbau menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar.
“Nyatanya kita memiliki data bahwa 99 persen terjadinya kebakaran hutan dan lahan merupakan faktor manusia, baik sengaja maupun tidak sengaja. Satu persennya adalah faktor alam, misalnya sambaran petir dan lain sebagainya, 99 persen baik sengaja maupun tidak sengaja oleh manusia, sengaja kalau kita ngomongin sengaja ada beberapa oknum, kami bilang oknum ya,” katanya, saat mengisi program program Zona Edukasi di Pro 1 RRI Palangka Raya, Kamis, 3 September 2026.
Sementara itu, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak, Widiya Kumala, mengatakan pihaknya bersama relawan turut membantu menyalurkan bantuan logistik kepada petugas pemadam kebakaran. Menurutnya, partisipasi masyarakat dan semua pihak dibutuhkan untuk mendukung proses penanganan Karhutla di lapangan.
“Jadi kita kebetulan saya juga sama teman-teman relawan menggalang donasi untuk kita salurkan logistik tersebut, tapi langsung pada teman-teman di lapangan. Jadi kita langsung datang pada garda terdepan dan akhirnya kita juga tahu bagaimana kondisi teman-teman di lapangan dan juga bagaimana kondisi lapangan yang saat ini belum semuanya benar-benar padam,” katanya.
Selain membantu petugas di lapangan, edukasi kepada masyarakat dinilai penting untuk mencegah munculnya titik api baru. Upaya tersebut juga perlu disertai perhatian terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap.
Penanganan Karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pencegahan dan perlindungan masyarakat dari dampak asap. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, relawan, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat penanganan Karhutla serta mengurangi risiko kesehatan dan kerugian yang ditimbulkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....