Kabut Asap Tebal Kembali Selimuti Palangka Raya
- 13 Sep 2026 22:33 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kabut asap tebal kembali menyelimuti Kota Cantik Palangka Raya sejak Sabtu, 12 September, pagi hingga sore hari. Kondisi tersebut dirasakan masyarakat, terutama saat berkendara, dengan dampak berupa mata perih hingga kepala terasa pusing.
Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery, mengaku prihatin dengan kondisi cuaca yang tidak kondusif akibat kabut asap. Ia mengimbau masyarakat memperkuat imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi serta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
“Saat kabut asap,fasilitas ini dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis, ketika mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla,” ucapnya, Sabtu, 12 September 2026.
Khemal mengatakan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan. Ia juga mengingatkan warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia secara gratis.
Sementara itu, Prakirawan BMKG Tjilik Riwut Palangka Raya, Lian Adriani, mengatakan BMKG terus memantau kondisi cuaca terkini melalui citra radar dan satelit. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi atmosfer serta potensi munculnya kabut asap di wilayah Kalimantan Tengah.
Menurut Lian, saat ini sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah terpantau cerah berawan dengan potensi kabut asap, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah bagian utara. Kondisi tersebut dipengaruhi adanya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
"Dalam tiga hari ke depan, sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah masih diperkirakan mengalami cuaca cerah berawan. Kondisi tersebut berpotensi disertai kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan,” katanya.
BMKG mengimbau masyarakat tetap memperbarui informasi terkait kondisi cuaca dan potensi perubahan atmosfer melalui kanal resmi serta aplikasi Info BMKG. Masyarakat juga diminta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi kabut asap semakin pekat dan mengganggu kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....