Hari Kesadaran Buta Warna, Ketahui Sejarah dan Perjuangan Inklusivitas

  • 06 Sep 2026 07:34 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Hari Kesadaran Buta Warna Sedunia diperingati setiap 6 September untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai buta warna dan pengalaman orang yang memiliki perbedaan dalam melihat warna. Peringatan ini tercatat sebagai perayaan internasional yang juga diperingati di Inggris dan Amerika Serikat.

Dilansir dari laman Days of The Year, Pemilihan tanggal 6 September berkaitan dengan kelahiran ilmuwan Inggris, John Dalton, pada tahun 1766. Dalton dikenal sebagai salah satu tokoh pertama yang mengamati dan mempelajari secara ilmiah bahwa manusia dapat melihat warna dengan cara yang berbeda.

Ketertarikan Dalton terhadap penglihatan warna berawal dari pengalaman dirinya dan saudara laki-lakinya yang memiliki cara pandang terhadap warna berbeda dari kebanyakan orang. Pada masa itu, Dalton menduga kondisi tersebut disebabkan oleh cairan berwarna biru di dalam mata dan kemudian menyebutnya sebagai “Daltonisme”, meskipun penjelasan tersebut ternyata tidak tepat.

Dalton bahkan mewariskan matanya untuk kepentingan penelitian setelah meninggal dunia sebagai upaya membantu menjawab penyebab perbedaan penglihatan warna tersebut. Lebih dari 150 tahun kemudian, perkembangan ilmu genetika menunjukkan bahwa buta warna dapat diwariskan secara genetik, termasuk menjelaskan mengapa kondisi tersebut juga dialami oleh Dalton dan saudaranya.

Dalam perkembangannya, Hari Kesadaran Buta Warna Sedunia, organisasi nirlaba yang didirikan pada 2010, berperan dalam meningkatkan perhatian terhadap kebutuhan penyandang buta warna di tengah masyarakat. Organisasi tersebut kemudian mendirikan Hari Kesadaran Buta Warna Nasional yang pertama kali diperingati pada 2015, dengan memilih tanggal kelahiran John Dalton sebagai bagian penting dari sejarah peringatannya.

Sejak pertama kali diperingati, Hari Kesadaran Buta Warna terus berkembang dan melibatkan masyarakat di berbagai negara melalui media sosial serta kegiatan edukasi lainnya. Peringatan ini juga membantu meluruskan anggapan bahwa semua orang dengan buta warna hanya dapat melihat dunia dalam warna hitam dan putih, karena kondisi tersebut umumnya membuat seseorang melihat warna dengan rentang yang lebih terbatas

Hari Kesadaran Buta Warna menjadi momentum untuk memahami bahwa perbedaan penglihatan warna merupakan bagian dari keragaman pengalaman manusia. Melalui edukasi, pemeriksaan penglihatan, dan perhatian terhadap kebutuhan penyandang buta warna, masyarakat diharapkan dapat membangun lingkungan yang lebih inklusif dan mudah diakses oleh semua orang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....