Hari Amal Internasional 2026, Kuatkan Solidaritas dan Kepedulian Dunia

  • 05 Sep 2026 06:32 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Hari Amal Internasional diperingati setiap 5 September sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran dan menggerakkan masyarakat agar membantu sesama melalui kegiatan sukarela dan filantropi. Peringatan ini menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kemurahan hati dapat berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih inklusif dan tangguh.

Dilansir dari laman United Nations, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 5 September sebagai Hari Amal Internasional melalui Resolusi Majelis Umum PBB A/RES/67/105 pada 17 Desember 2012. Penetapan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap peran amal dalam mengurangi krisis kemanusiaan dan penderitaan, sekaligus menghargai kontribusi berbagai organisasi serta individu yang bergerak di bidang kemanusiaan.

Pemilihan tanggal 5 September juga berkaitan dengan wafatnya Bunda Teresa dari Kalkuta pada 5 September 1997. Tokoh yang menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada 1979 tersebut dikenal karena pengabdiannya selama puluhan tahun dalam membantu masyarakat miskin, orang sakit, anak yatim, dan kelompok yang membutuhkan.

Hari Amal Internasional menekankan bahwa amal tidak hanya diwujudkan melalui pemberian materi, tetapi juga dapat dilakukan dengan menyumbangkan waktu, tenaga, keterampilan, maupun perhatian kepada orang lain. Kegiatan sukarela dan aksi kepedulian masyarakat dapat memperkuat kepercayaan, mengurangi hambatan sosial, serta meningkatkan ketahanan komunitas.

Dalam kehidupan masyarakat, kegiatan amal juga memiliki peran penting dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar dan mendukung berbagai bidang, seperti kesehatan, pendidikan, perumahan, perlindungan anak, serta pelestarian budaya dan lingkungan. Amal turut membantu kelompok marginal dan masyarakat yang kurang beruntung agar memperoleh kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Semangat Hari Amal Internasional sejalan dengan Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan yang menempatkan pengentasan kemiskinan dalam segala bentuknya sebagai salah satu tantangan utama dunia. PBB juga menekankan pentingnya solidaritas global, terutama dalam memberikan perhatian kepada masyarakat miskin dan kelompok yang paling rentan.

Peringatan Hari Amal Internasional pada akhirnya mengajak setiap orang untuk menjadikan kepedulian sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, baik melalui tindakan sederhana maupun kegiatan kemanusiaan yang lebih luas. Dengan memperkuat budaya berbagi, sukarela, dan saling membantu, masyarakat dapat bersama-sama membangun dunia yang lebih adil, damai, inklusif, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....