Hari Kesehatan Seksual Sedunia Dorong Kesadaran Hak Setiap Orang

  • 04 Sep 2026 21:24 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Hari Kesehatan Seksual Sedunia diperingati setiap 4 September untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan seksual, hak, keadilan, dan kenikmatan bagi semua orang. Peringatan ini menjadi momentum untuk mendorong pembahasan mengenai kesehatan seksual secara terbuka, sehat, dan bertanggung jawab.

Dilansir dari laman WAS, peringatan Hari Kesehatan Seksual Sedunia pertama kali diluncurkan pada 2010 oleh World Association for Sexual Health (WAS) di bawah kepemimpinan Rosemary Coates dari Australia. Sejak saat itu, peringatan tersebut menjadi gerakan global yang melibatkan berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan dan hak seksual.

Peringatan ini juga bertujuan mendorong pendidikan, dialog, dan tindakan terkait kesehatan serta hak seksual agar setiap orang memperoleh informasi dan layanan yang akurat. WAS juga menekankan pentingnya persetujuan atau consent sebagai bagian mendasar dari hak seksual, termasuk penghormatan terhadap otonomi dan martabat setiap individu.

Dalam konteks kesehatan secara menyeluruh, kesehatan seksual berkaitan dengan kondisi fisik, emosional, mental, dan sosial yang berhubungan dengan seksualitas, sehingga tidak hanya terbatas pada ketiadaan penyakit. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai kesehatan seksual sebagai bagian penting dari kesehatan dan kesejahteraan individu, pasangan, keluarga, serta masyarakat.

Pada 2026, Hari Kesehatan Seksual Sedunia mengusung tema “Every Body” yang menegaskan bahwa kesehatan seksual, hak, keadilan, dan kenikmatan merupakan hak setiap orang tanpa terkecuali. Tema tersebut mengajak masyarakat melihat setiap individu dan tubuh yang dimilikinya sebagai bagian penting dalam pembahasan mengenai kesehatan seksual dan kesetaraan.

Tema “Every Body” juga mengingatkan bahwa setiap orang tidak selalu memiliki pengalaman dan kesempatan yang sama dalam memperoleh kesehatan, hak, serta keadilan seksual. Karena itu, diperlukan upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang menghormati keberagaman, otonomi tubuh, persetujuan, dan hak setiap individu.

Hari Kesehatan Seksual Sedunia pada akhirnya bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan ajakan untuk terus membangun kesadaran dan percakapan mengenai kesehatan seksual sepanjang tahun. Melalui pendidikan yang tepat, akses terhadap informasi dan layanan kesehatan, serta penghormatan terhadap hak dan martabat manusia, masyarakat dapat berkontribusi menciptakan kehidupan yang lebih sehat dan setara bagi semua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....