Kualitas Udara Berbahaya, Warga Palangka Raya Tutup Ventilasi Rumah

  • 30 Agt 2026 23:34 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kondisi kualitas udara di Kota Palangka Raya kembali mengkhawatirkan akibat kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah. Level kualitas udara bahkan sempat masuk kategori berbahaya, sehingga masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan untuk melindungi diri dan keluarga dari paparan polusi asap.

Salah satu warga jalan Karanggan, Bahrani, mengatakan kabut asap yang semakin pekat sangat berbahaya bagi kesehatan sehingga membuat aktivitas warga ikut terganggu. "Kami memilih untuk tetap berada di dalam rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama pada waktu-waktu ketika asap terlihat semakin tebal," ujarnya, Minggu, 30 Agustus 2026.

Sebagai upaya mengurangi masuknya asap ke dalam rumah, warga ramai-ramai menutup ventilasi, jendela, serta celah-celah yang memungkinkan udara dari luar masuk ke dalam ruangan. Langkah sederhana tersebut dilakukan agar kondisi udara di dalam rumah tidak semakin tercemar.

Kondisi ini menjadi perhatian karena partikel halus PM2.5 yang terkandung dalam asap dapat membahayakan kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan. Sebelumnya, kualitas udara di Palangka Raya juga tercatat beberapa kali mencapai kategori berbahaya akibat dampak kebakaran hutan dan lahan.

Warga berharap kondisi kabut asap segera membaik. Selain menutup ventilasi rumah, sebagian masyarakat juga menggunakan masker ketika harus keluar rumah serta membatasi aktivitas di luar ruangan demi mengurangi risiko terpapar polusi udara.

Pemerintah dan pihak terkait pun terus mengimbau masyarakat agar memantau perkembangan kualitas udara dan meningkatkan perlindungan diri. Masyarakat diminta tidak menganggap kabut asap sebagai kondisi biasa, mengingat buruknya kualitas udara dapat berdampak langsung terhadap kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Di tengah ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, penanganan titik api menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi semakin memburuk. Warga berharap upaya pemadaman dan pencegahan karhutla dapat dilakukan secara maksimal agar kualitas udara Palangka Raya segera kembali membaik dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....