Penyebab Adanya Aroma Khas Tanah saat Hujan Turun
- 10 Sep 2026 08:35 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Setelah melewati kemarau panjang, turunnya hujan pertama sering kali disambut dengan munculnya aroma khas dari tanah. Bau tersebut terasa begitu kuat, terutama ketika tetes hujan pertama menyentuh permukaan tanah yang sebelumnya kering.
Aroma yang identik dengan suasana setelah hujan ini ternyata memiliki nama ilmiah, yakni petrichor. Istilah tersebut pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan Australia Isabel Joy Bear dan Roderick G. Thomas pada 1964.
Petrichor bukan semata-mata berasal dari air hujan. Aroma tersebut terbentuk dari perpaduan berbagai senyawa yang terdapat di tanah dan tumbuhan. Salah satu komponen pentingnya adalah geosmin, senyawa yang dihasilkan oleh mikroorganisme tanah, terutama bakteri dari kelompok Streptomyces. Geosmin inilah yang memberikan karakter aroma tanah basah yang sangat khas dan mudah dikenali manusia.
Selama periode kering, berbagai senyawa organik dari tanaman dan mikroorganisme dapat terakumulasi di permukaan tanah. Ketika hujan akhirnya turun, tetesan air mengenai permukaan tanah dan membantu melepaskan senyawa-senyawa tersebut ke udara.
Tumbukan tetesan hujan dengan tanah juga dapat membentuk partikel atau aerosol berukuran sangat kecil yang membawa geosmin dan senyawa lainnya, sehingga aromanya lebih mudah tercium.
Selain geosmin, minyak atau senyawa volatil yang berasal dari tumbuhan juga turut memberikan karakter pada aroma setelah hujan. Karena komposisi tanah dan vegetasi berbeda-beda di setiap wilayah, aroma petrichor pun dapat terasa berbeda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Kondisi tanah yang sangat kering setelah periode kemarau juga membuat aroma tersebut terasa lebih menonjol ketika hujan pertama datang.
Menariknya, manusia memiliki kepekaan yang sangat tinggi terhadap geosmin, bahkan dalam konsentrasi yang sangat rendah. Karena itu, aroma tanah basah bisa langsung dikenali meskipun jumlah senyawanya di udara sangat sedikit. Jadi, ketika hujan pertama turun setelah kemarau panjang dan udara tiba-tiba dipenuhi aroma tanah yang khas, yang tercium bukan sekadar “bau hujan”, melainkan petrichor, hasil interaksi antara air hujan, tanah, mikroorganisme, dan senyawa alami dari tumbuhan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....