Karang Taruna Kalteng Sediakan Rumah Oksigen

  • 27 Agt 2026 12:04 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pengurus Karang Taruna Provinsi Kalimantan Tengah menyediakan rumah oksigen di Kelurahan Petuk Katimpun, Kota Palangka Raya sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Rumah oksigen tersebut disiapkan sebagai tempat pelayanan bagi masyarakat, khususnya warga yang mengalami gangguan pernapasan atau sesak napas akibat paparan kabut asap.

Pengaktifan rumah oksigen ini dirangkai dengan kegiatan pengobatan gratis bagi masyarakat Kelurahan Petuk Katimpun, Selasa, 25 Agustus 2026. Selain layanan kesehatan, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembagian sembako kepada para anggota pemadam kebakaran serta pemberian bingkisan kepada sejumlah relawan yang selama ini turut berperan dalam penanganan Karhutla.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Bidang Ekobang Setda Kalteng Anang Dirjo, Kepala Dinas Kesehatan Kalteng dr Miko, serta Lurah Petuk Katimpun Berita Asi.

Ketua Karang Taruna Kalteng, Chandra Ardinata, mengatakan penyediaan rumah oksigen merupakan bentuk kepedulian Karang Taruna terhadap masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.

“Rumah oksigen ini kami siapkan untuk membantu masyarakat, terutama apabila ada warga yang mengalami sesak napas akibat kabut asap. Kami berharap fasilitas ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam melindungi kesehatan masyarakat,” kata Chandra.

Ia menambahkan, Karang Taruna tidak hanya berupaya hadir dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga ingin berkontribusi dalam menghadapi kondisi darurat yang berdampak langsung kepada warga. Menurutnya, dukungan kepada para petugas pemadam kebakaran dan relawan juga menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.

“Kami juga memberikan sembako kepada para anggota pemadam kebakaran dan bingkisan bagi relawan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka. Semoga semangat gotong royong ini terus terjaga,” ujarnya.

Chandra berharap keberadaan rumah oksigen dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat serta menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, relawan dan masyarakat dalam menghadapi dampak Karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....