Subandi S. Musan, Legenda dan Arsitek Emas Dayung Kalteng Berpulang
- 15 Jun 2026 13:11 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kabar duka mendalam menyelimuti dunia olahraga Kalimantan Tengah (Kalteng). Sosok pejuang, mantan atlet internasional, sekaligus arsitek prestasi dayung kebanggaan Bumi Tambun Bungai, Subandi S. Musan, telah berpulang ke pangkuan Sang Pencipta pada Senin, 14Juni 2026, tadi malam pukul 22.36 WIB.
Almarhum mengembuskan napas terakhirnya di kediaman duka, Jalan Yos Sudarso V No. 100 A, Palangka Raya, setelah berjuang dengan gigih melawan sakit yang dideritanya selama tujuh bulan terakhir. Sebelumnya, almarhum sempat menjalani perawatan medis intensif di RS Suaka Insan, Banjarmasin, sejak 26 Desember 2025 sebelum akhirnya dirawat di rumah.
"Setelah bertahan tujuh bulan dari sakitnya, akhirnya Pak Subandi dipanggil Pencipta dengan damai," ucap Ketua KONI Kalteng, Rahmat Hidayat, yang diamini oleh Ketua Harian Hasanuddin Noor beserta seluruh pengurus, Senin 15 Juni 2026.
Sang legenda ini, sejajar dengan Susi Susanti dimana dedikasi yang diakui Negara. Subandi bukan sekadar nama di dunia dayung, ia adalah simbol supremasi prestasi Kalteng yang diakui secara nasional.
Berdasarkan catatan KONI Kalteng, atas dedikasinya yang luar biasa, almarhum menerima penghargaan resmi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI di Jakarta. Nama Subandi bersanding dengan legenda-legenda olahraga terbesar Indonesia lainnya dari Kalimantan Tengah dan nasional, seperti Yanson (dayung), serta Alan Budikusuma dan Susi Susanti (bulutangkis).
Dunia olahraga mencatat nama Subandi S. Musan dengan tinta emas, baik sebagai atlet yang turun ke air maupun pelatih yang bertangan dingin. Dominasi di era awal sejak era PON VIII tahun 1973, ia secara konsisten menyumbangkan medali emas untuk kontingen Kalimantan Tengah.
Kejurnas Kendari 1986 meraih medali emas di nomor Kayak 2 bersama pasangannya, Benson. Panggung Internasional masuk Tim Nasional Indonesia dan sukses menyabet medali emas di Kejuaraan Dunia Dragon Boat di Hong Kong serta mendulang emas di kejuaraan Brunei Darussalam.
SEA Games 1987 Jakarta mengharumkan nama bangsa di tanah air dengan raihan medali emas. Kejuaraan dunia lainnya membawa nama Indonesia .
Setelah pensiun sebagai atlet, ia menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Pengprov PODSI Kalteng dan menjadi Koordinator Pelatih Dayung Kalteng dalam dua PON terakhir.
Meninggalnya Subandi memicu gelombang ucapan duka cita yang mengalir deras di berbagai lini masa media sosial dan grup WhatsApp komunitas olahraga Kalteng. Kenangan akan ketegasan, kedisiplinan, dan ketulusannya melatih terus membekas di hati para kolega dan atlet muda.
Sebelumnya, pengurus KONI Kalteng yang dipimpin oleh H. Sugiyanto, Ketua Bidang Prestasi bersama dan pengurus lainnya sempat mengunjungi almarhum saat masa-masa kritis untuk memberikan dukungan moril dan doa.
Ketua Harian KONI Kalteng, Hasanuddin Noor, mewakili induk organisasi cabang olahraga tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, menyampaikan rasa kehilangan yang teramat dalam.
"Selamat jalan sang legendaris, engkau telah damai bersama Sang Juru Selamat. Dedikasimu yang membawakan tradisi emas bagi Kalteng dan Indonesia akan selalu hidup di tepi sungai tempat para atletmu mengayuh mimpi," kata Hasanuddin, lirih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....