Kabut Asap Karhutla, Partikel Halus dan Gas Beracun Ancam Pernapasan
- 23 Agt 2026 15:21 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya mengganggu jarak pandang, tetapi juga membawa berbagai zat berbahaya yang dapat berdampak terhadap kesehatan manusia.
Paparan asap dalam jumlah tinggi dan dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko gangguan pada sistem pernapasan.
Salah satu kandungan berbahaya dalam asap karhutla adalah partikel halus berukuran sangat kecil atau PM2,5. Partikel ini dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai bagian paru-paru, sehingga berpotensi menimbulkan iritasi dan memperburuk gangguan pernapasan.
Selain PM2,5, asap karhutla juga dapat mengandung berbagai gas seperti karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), dan sulfur dioksida (SO2).
Paparan terhadap gas-gas tersebut dalam konsentrasi tinggi dapat mengganggu kualitas udara dan memberikan dampak negatif terhadap kesehatan, terutama pada kelompok masyarakat yang rentan.
Asap kebakaran juga dapat membawa senyawa organik volatil atau VOC yang terbentuk selama proses pembakaran. Campuran berbagai partikel dan gas tersebut membuat kualitas udara menurun, sehingga masyarakat yang berada di wilayah terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan dan membatasi paparan asap.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap pekat, menggunakan masker yang sesuai seperti N95 atau KN95 jika harus beraktivitas di luar, serta menjaga sirkulasi udara di dalam rumah.
Apabila muncul keluhan seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, atau gangguan pernapasan lainnya, segera mencari pertolongan medis di fasilitas kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....