Hari Susu Nabati Sedunia, Dorong Minuman Sehat Berkelanjutan

  • 24 Agt 2026 08:10 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Hari Susu Nabati Sedunia diperingati setiap 22 Agustus sebagai momentum untuk mengenalkan dan merayakan beragam pilihan susu yang berasal dari bahan nabati. Peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai alternatif susu berbahan tumbuhan yang memiliki manfaat bagi kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan hewan.

Dilansir dari laman Proveg Internasional, susu nabati merupakan minuman yang dibuat dari berbagai bahan tumbuhan sebagai alternatif susu yang berasal dari hewan. Jenisnya pun semakin beragam, mulai dari susu almond, kedelai, dan oat hingga susu beras merah, kacang mete, kelapa, hazelnut, hemp, makadamia, quinoa, beras, dan tiger nut.

Menurut ProVeg South Africa, pemetaan pilihan susu nabati di Afrika Selatan menemukan 12 jenis utama, ditambah sejumlah produk campuran, dengan lebih dari 70 pilihan berdasarkan merek yang tersedia. Susu almond, kedelai, dan oat menjadi beberapa jenis yang paling banyak ditemukan, masing-masing dengan 21, 17, dan 11 pilihan.

Perkembangan susu nabati didorong oleh meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan, lingkungan, serta perlakuan terhadap hewan. Selain itu, cita rasa dan semakin mudahnya produk tersebut ditemukan di toko, restoran, serta kedai kopi turut membuat susu nabati semakin dikenal dan diminati.

Dari sisi lingkungan, susu nabati disebut memiliki sejumlah keunggulan karena membutuhkan lebih sedikit air dan dapat menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih rendah dibandingkan produksi susu sapi. ProVeg mencontohkan, produksi satu liter susu kedelai membutuhkan sekitar 28 liter air, sedangkan satu liter susu sapi membutuhkan sekitar 628 liter air.

Susu nabati juga menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin mengurangi konsumsi produk susu hewani, termasuk mereka yang mengalami intoleransi laktosa atau memilih pola makan tanpa produk hewani. Beberapa jenis susu nabati juga memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dan tidak mengandung kolesterol, meskipun kandungan gizi dapat berbeda pada setiap jenis dan produk.

Peringatan Hari Susu Nabati Sedunia pada akhirnya dapat menjadi ajakan untuk mengenal lebih banyak pilihan pangan dan mempertimbangkan pola konsumsi yang lebih beragam. Dengan banyaknya jenis dan rasa yang tersedia, masyarakat dapat mencoba berbagai alternatif susu nabati sesuai kebutuhan, selera, serta pertimbangan kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....