Sejarah dan Tema Hari Fotografi Sedunia 2026

  • 20 Agt 2026 10:16 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Hari Fotografi Sedunia diperingati setiap 19 Agustus sebagai momentum untuk merayakan seni, ilmu pengetahuan, sejarah, serta kekuatan fotografi dalam merekam berbagai peristiwa dan kehidupan manusia. Pada 2026, peringatan ini jatuh pada Rabu, 19 Agustus, dan kembali mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk berbagi karya fotografi yang memiliki makna.

Dilansir dari laman National Today, sejarah Hari Fotografi Sedunia berkaitan erat dengan penemuan daguerreotype, salah satu proses fotografi awal yang dikembangkan Louis Daguerre bersama Joseph Nicéphore Niépce pada abad ke-19. Proses tersebut menjadi tonggak penting dalam perkembangan fotografi karena mampu menghasilkan gambar permanen dengan tingkat detail yang tinggi.

Tanggal 19 Agustus dipilih untuk memperingati peristiwa pada 1839 ketika pemerintah Prancis memperoleh paten proses daguerreotype dan mengumumkannya kepada dunia sebagai sebuah hadiah. Peristiwa tersebut dianggap sebagai salah satu momen penting yang mendorong perkembangan fotografi dan membuat teknologi pengambilan gambar semakin dikenal luas.

Gagasan untuk menjadikan fotografi sebagai perayaan global juga memiliki perjalanan tersendiri, dengan O.P. Sharma dari India yang mengusulkannya pada 1988 dan penyelenggaraan peringatan pertama berlangsung pada 1991. Konsep tersebut kemudian berkembang melalui berbagai kegiatan, hingga Korske Ara ikut mempromosikannya secara daring mulai 2010 dan membantu memperluas jangkauan peringatan fotografi ke masyarakat internasional.

Dilansir dari laman World Photography Day, untuk 2026, tema resmi yang diusung Hari Fotografi Sedunia dalah “HOME” atau “Rumah”. Tema ini mengajak masyarakat membagikan foto yang menggambarkan makna rumah bagi masing-masing individu, baik berupa tempat seseorang tumbuh, lingkungan di negara asal, tempat tinggal saat ini, maupun lokasi lain yang memiliki hubungan emosional.

Tema “HOME” memberikan ruang bagi setiap orang untuk menyampaikan cerita personal melalui gambar, karena rumah tidak selalu berarti bangunan tempat tinggal. Sebuah foto dapat merepresentasikan keluarga, lingkungan, kenangan, budaya, atau tempat yang membuat seseorang merasa aman dan memiliki keterikatan, sehingga fotografi menjadi sarana untuk menceritakan pengalaman tanpa harus menggunakan banyak kata.

Peringatan Hari Fotografi Sedunia 2026 pada akhirnya menjadi kesempatan untuk mengapresiasi perjalanan panjang fotografi sekaligus melihat kekuatannya dalam menyampaikan cerita dan menjaga kenangan. Melalui tema “HOME”, masyarakat diajak menangkap sudut pandang masing-masing tentang tempat yang bermakna serta membagikannya kepada dunia dengan tagar #WorldPhotographyDay dan #WorldPhotographyDay2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....