Hari Kemanusiaan Sedunia, Teguhkan Solidaritas untuk Sesama

  • 20 Agt 2026 05:34 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Setiap 19 Agustus, dunia memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia sebagai momentum untuk menghormati para pekerja kemanusiaan yang membantu masyarakat di tengah berbagai krisis. Peringatan ini juga menjadi bentuk solidaritas bagi jutaan orang yang terdampak konflik, bencana, dan keadaan darurat lainnya.

Dilansir dari laman United Nations, Hari Kemanusiaan Sedunia ditetapkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lima tahun setelah serangan bom terhadap Hotel Canal di Baghdad, Irak, pada 19 Agustus 2003. Serangan tersebut menewaskan 22 pekerja kemanusiaan, termasuk Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Irak, Sergio Vieira de Mello.

Peringatan ini menjadi kesempatan untuk mengenang para pekerja kemanusiaan yang kehilangan nyawa ketika menjalankan tugas serta menghargai mereka yang terus memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak krisis. Setiap tahun, Hari Kemanusiaan Sedunia juga mengangkat tema tertentu untuk mendorong perhatian terhadap keselamatan, kesejahteraan, dan martabat manusia.

Dalam situasi konflik dan bencana, pekerja kemanusiaan berada di garis depan untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh bantuan yang dibutuhkan. Mereka memberikan berbagai dukungan, mulai dari bantuan darurat hingga layanan yang membantu mempertahankan kehidupan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Namun, tugas kemanusiaan menghadapi tantangan yang semakin berat karena para pekerja bantuan juga menjadi sasaran serangan. PBB mencatat lebih dari 380 pekerja kemanusiaan terbunuh pada 2024, sementara ratusan lainnya mengalami luka, penculikan, atau penahanan.

Karena itu, Hari Kemanusiaan Sedunia menjadi pengingat bahwa pekerja kemanusiaan dan tenaga medis harus dihormati serta dilindungi sesuai hukum humaniter internasional. Semua pihak dalam konflik juga memiliki kewajiban untuk memungkinkan bantuan kemanusiaan menjangkau masyarakat yang membutuhkan tanpa menjadikan para pemberi bantuan sebagai sasaran.

Peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia pada akhirnya mengajak masyarakat untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang menghadapi krisis. Semangat kemanusiaan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata agar setiap orang dapat memperoleh perlindungan, bantuan, dan kehidupan yang bermartabat, tanpa memandang siapa dan di mana mereka berada.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....