Jalur Darat Belum Efektif Padamkan Karhutla, MUI Kalteng Usulkan Salat Minta Hujan

  • 20 Agt 2026 05:19 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Tengah, KH Khairil Anwar, mengusulkan agar masyarakat menggelar salat meminta hujan atau salat istiska. Pihaknya menjadwalkan pelaksanaan salat minta hujan pada 25 Agustus 2026 sebagai salah satu upaya menghadapi kemarau berkepanjangan.

Ia mengatakan penanganan karhutla perlu dilakukan melalui berbagai ikhtiar, baik secara lahir maupun batin. Lahir dapat dilakukan melalui teknologi modifikasi cuaca untuk mendatangkan hujan apabila kondisi awan memungkinkan, sedangkan secara batin, masyarakat dianjurkan memperbanyak doa, istighfar, minta ampunan atas prilaku tidak seimbang dengan alam.

Di sisi lain, upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kota Palangka Raya terus dilakukan oleh sejumlah relawan bersama badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Penanganan di lapangan dilakukan untuk menekan luasan lahan terbakar sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lain.

Ketua tim relawan pemadam kebakaran, Okki Maulana, menyebut dalam upaya pemadaman, relawan selama ini mendapat dukungan dan koordinasi dari Satgas BPBD. Saat ini 25 personel Satgas BPBD gabungan dengan tim relawan terlibat dalam penanganan karhutla di wilayah Kota Palangka Raya.

"Saya berharap penanganan karhutla mendapat perhatian lebih dari pemerintah pusat," ujarnya.

Dukungan tersebut dinilai penting agar kebakaran dapat ditangani lebih cepat dan eskalasi luasan lahan yang terbakar dapat ditekan. Menurut Oki, sinergi antara BPBD dan para relawan menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi kemarau yang masih berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....