BNF Terapkan Metode Suntik dan Busa Sabun Atasi Karhutla, Pemprov Kaji Lebih Lanjut
- 06 Sep 2026 00:04 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pembasahan lahan gambut menjadi salah satu metode yang dilakukan untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Upaya ini dilakukan untuk meminimalisasi potensi munculnya kembali api dari lapisan bawah tanah gambut yang telah dipadamkan.
Koordinator Pengelolaan Kebakaran Terpadu Borneo Nature Foundation (BNF), Astria Yayanty, mengatakan pihaknya bersama relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) melakukan pembasahan lahan dengan metode suntik gambut. Menurutnya, metode tersebut mampu mengunci oksigen di dalam tanah sehingga dapat mencegah lahan gambut kembali terbakar.
“Jadi yang sekarang kita masih gunakan itu suntik gambut juga dan Shabondama karena kemarin masih terbatas, kita sudah gunakan juga di tahun 2012 dan cukup efektif untuk pemadaman di area gambut karena dia mengunci oksigen di bawah dan air cepat turun,” katanya, Jumat, 4 September 2026.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, mengatakan pihaknya juga menggandeng pakar gambut dari Universitas Palangka Raya untuk meneliti efektivitas pemanfaatan busa sabun dalam memadamkan lahan yang terbakar. Menurutnya, kajian mendalam diperlukan agar setiap metode yang digunakan benar-benar efektif dalam menangani karhutla di Kalimantan Tengah.
“Nanti kita lihat, ini polanya bagaimana dengan pengembangan seperti ini nanti mendapatkan luasannya bagaimana, kan perlu kajian mereka nantikan mempraktikkan. Ini sedang kita jajaki,” katanya.
Penggunaan metode suntik gambut dan busa sabun menjadi bagian dari upaya mengembangkan teknik pemadaman yang sesuai dengan karakteristik lahan gambut. Selain menerapkan metode tersebut, masyarakat dan kelompok binaan juga diberikan pelatihan agar mampu melakukan pemadaman secara tepat dan mandiri.
Upaya penanganan karhutla di lahan gambut membutuhkan metode yang tidak hanya memadamkan api di permukaan, tetapi juga mencegah api kembali menyala dari dalam tanah. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga pengelola lingkungan, relawan, masyarakat, dan pakar gambut diharapkan dapat menghasilkan metode pemadaman yang efektif dan dapat diterapkan secara luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....