HUT Kemerdekaan Jadi Momentum Perjuangkan Kesetaraan Perempuan

  • 12 Agt 2026 19:54 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Menjelang peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, momentum tersebut menjadi refleksi terhadap kesetaraan bagi perempuan di Indonesia. Hingga kini, pemenuhan hak-hak yang setara bagi perempuan masih dinilai minim dan menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sosial.

Ketua Solidaritas Perempuan Mamut Menteng, Irene Natalia Lambung, mengatakan ketimpangan hak masih banyak ditemukan, terutama pada perempuan di desa yang belum sepenuhnya memahami hak-haknya. Menurutnya, pemerintah perlu membuat kebijakan yang berpihak pada perempuan serta memastikan penerapannya dapat dirasakan dalam kehidupan sosial.

"Itu yang kami nilai saat ini masih belum ada keberpihakan terutama untuk perempuan secara perundang-undangan. Betul memang ada sekian persentase perundang-undangan itu memang disasar adalah perempuan, tapi seringkali implementasi yang kami lihat itu belum mengarah ke perempuan," katanya, saat mengisi program Zona Edukasi di Pro 1 RRI Palangka Raya, Kamis, 6 Agustus 2026.

Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Kalimantan Tengah, Widiya Kumala, mengatakan suara perempuan perlu dipertimbangkan dalam upaya memenuhi hak-hak perempuan. Menurutnya, keterlibatan aktif perempuan dalam menyampaikan aspirasi menjadi langkah penting untuk mendorong kemajuan kesejahteraan sosial.

"Kita boleh mengeluarkan pendapat, boleh berorganisasi dan lain sebagainya. Nah, tinggal bagaimana kita menyampaikan itu dengan baik, mungkin juga dengan solusinya dan lain sebagainya," katanya.

Upaya mewujudkan kesetaraan perempuan membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Kebijakan yang disusun tidak hanya harus berpihak pada perempuan, tetapi juga perlu mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masyarakat di tingkat bawah.

Dengan demikian, perempuan diharapkan semakin memahami hak-haknya dan berani menyampaikan aspirasi secara konstruktif. Pemerintah juga diharapkan membuka ruang partisipasi yang lebih luas agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar memberikan perlindungan dan manfaat bagi perempuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....