Tempe Indonesia Bernilai Tinggi di Luar Negeri

  • 09 Agt 2026 06:20 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Tempe selama ini dikenal sebagai salah satu makanan sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, ketika berada di luar negeri, pangan berbahan dasar kedelai yang difermentasi ini dapat memiliki nilai jual jauh lebih tinggi.

Perbedaan harga tersebut dipengaruhi antara lain oleh biaya produksi, distribusi, ketersediaan bahan baku, serta posisi tempe sebagai produk pangan sehat dan alternatif protein nabati.

Di sejumlah negara, tempe bahkan dipasarkan sebagai produk premium dan makanan sehat. Data harga yang dihimpun dari berbagai sumber menunjukkan bahwa tempe di luar Indonesia dapat dijual dengan harga berkali-kali lipat dibandingkan harga yang umum ditemui di pasar Indonesia. Sebagai gambaran, laporan mengenai harga tempe di beberapa negara pernah mencatat harga sekitar Rp21 ribu per potong di Singapura, sekitar Rp45 ribu untuk 100 gram di Jepang, hingga ratusan ribu rupiah untuk porsi tertentu di Inggris dan Amerika Serikat.

Kondisi tersebut tidak lepas dari meningkatnya perhatian dunia terhadap makanan berbasis tumbuhan. Di Inggris, misalnya, tempe semakin dikenal sebagai makanan alami yang kaya protein dan serat serta dapat menjadi alternatif dari produk pengganti daging yang lebih banyak diproses.

Popularitasnya juga dilaporkan meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring perubahan pola konsumsi masyarakat yang semakin memperhatikan makanan sehat dan minim proses.

Peluang tersebut juga mulai dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia untuk menembus pasar internasional. Salah satu contohnya adalah keripik tempe asal Tanjungpinang yang telah masuk ke pasar Singapura.

Produk tersebut dikirim melalui Batam dan dipasarkan dengan harga sekitar Rp80 ribu per kilogram. Penjualan produk ini disebut mampu menghasilkan omzet hingga sekitar Rp32 juta per bulan, menunjukkan bahwa olahan tempe memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk ekspor bernilai ekonomi.

Perbedaan harga tempe di dalam dan luar negeri menjadi gambaran bahwa makanan yang dianggap sederhana di Indonesia ternyata memiliki potensi ekonomi yang besar di pasar global.

Dengan inovasi produk, peningkatan kualitas, kemasan yang menarik, serta strategi pemasaran yang tepat, tempe tidak hanya dapat dipertahankan sebagai makanan tradisional, tetapi juga dikembangkan sebagai komoditas pangan Indonesia yang mampu bersaing di pasar internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....