Mengapa Aroma Parfum Bisa Berubah setelah Beberapa Jam

  • 30 Jul 2026 21:31 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Aroma parfum yang tercium saat pertama kali disemprotkan sering kali tidak sama dengan wanginya beberapa jam kemudian. Perubahan tersebut merupakan hal yang normal karena parfum tersusun dari beberapa lapisan aroma yang akan muncul secara bertahap seiring waktu.

Secara umum, parfum terdiri atas tiga lapisan aroma, yaitu top notes, middle notes, dan base notes. Masing-masing lapisan memiliki karakteristik dan waktu kemunculan yang berbeda setelah parfum digunakan.

Top notes merupakan aroma yang pertama kali tercium sesaat setelah parfum disemprotkan. Aroma ini biasanya terasa segar dan ringan, tetapi cenderung menguap lebih cepat dibandingkan lapisan lainnya.

Setelah top notes memudar, middle notes atau aroma inti mulai lebih dominan. Pada tahap ini, karakter utama parfum mulai terasa dan umumnya bertahan lebih lama sebelum akhirnya berganti ke base notes.

Base notes merupakan aroma yang muncul pada tahap akhir dan biasanya bertahan paling lama. Lapisan ini memberikan kesan yang lebih hangat, lembut, atau kaya, sekaligus menjadi dasar yang membuat karakter parfum tetap terasa meski telah digunakan selama beberapa jam.

Selain komposisi parfum, perubahan aroma juga dapat dipengaruhi oleh kondisi kulit, suhu tubuh, cuaca, maupun aktivitas yang dilakukan. Karena itu, parfum yang sama dapat memberikan hasil aroma yang sedikit berbeda pada setiap orang.

Perubahan aroma merupakan bagian dari karakter sebuah parfum dan menjadi alasan mengapa wangi yang tercium di awal pemakaian belum tentu sama dengan aroma yang bertahan hingga akhir. Oleh karena itu, parfum umumnya perlu digunakan selama beberapa waktu sebelum karakter wanginya dapat dirasakan secara utuh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....