Sejarah Hari Bhakti TNI Angkatan Udara, Penuh Semangat Juang Para Pahlawan
- 29 Jul 2026 11:04 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Hari Bhakti TNI Angkatan Udara diperingati setiap tanggal 29 Juli sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan para prajurit udara dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peringatan ini menjadi pengingat atas pengorbanan dan keberanian insan Angkatan Udara di masa revolusi.
Dilansir dari laman Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar, sejarah peringatan ini berawal dari Agresi Militer Belanda I pada 21 Juli 1947 setelah Belanda mengingkari Perjanjian Linggarjati. Serangan tersebut menghancurkan sejumlah pangkalan udara sehingga membangkitkan semangat juang prajurit Angkatan Udara Republik Indonesia untuk melakukan perlawanan.
Pada dini hari 29 Juli 1947, para kadet penerbang melancarkan serangan udara terhadap sasaran militer Belanda di Ambarawa, Salatiga, dan Semarang. Misi tersebut dilaksanakan dengan keterbatasan pesawat dan persenjataan, namun berhasil menunjukkan bahwa Indonesia tetap memiliki kekuatan untuk melawan.
Keberhasilan operasi udara itu membangkitkan semangat rakyat Indonesia sekaligus membuktikan kemampuan Angkatan Udara yang masih muda. Aksi heroik tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan mempertahankan kedaulatan negara.
Pada hari yang sama, Belanda melakukan serangan balasan terhadap pesawat Dakota VT-CLA yang sedang membawa bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaya untuk Palang Merah Indonesia. Serangan itu menyebabkan pesawat jatuh di wilayah Ngoto, Yogyakarta, dan menewaskan tiga tokoh penting Angkatan Udara.
Tiga tokoh yang gugur adalah Komodor Muda Udara Adisucipto, Komodor Muda Udara Prof. Dr. Abdulrachman Saleh, dan Opsir Muda Udara Adisumarmo. Kepergian mereka menjadi kehilangan besar karena dedikasi dan pemikiran mereka sangat dibutuhkan dalam membangun kekuatan Angkatan Udara Indonesia.
Sejak saat itu, setiap 29 Juli diperingati sebagai Hari Bhakti TNI Angkatan Udara untuk mengenang keberanian para penerbang dan jasa para pahlawan yang gugur. Peringatan ini juga menjadi momentum menanamkan nilai patriotisme, pengabdian, dan semangat mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia kepada seluruh generasi bangsa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....