Pendampingan Orang Tua pada Anak Penting dalam Penggunaan Kecerdasan Buatan
- 26 Jul 2026 22:09 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) pada anak perlu terus mendapatkan pendampingan dari orang tua. Meski teknologi ini membantu banyak pekerjaan, termasuk mendukung proses belajar, penggunaan yang tidak bijak berpotensi menimbulkan berbagai dampak buruk bagi tumbuh kembang anak.
Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Kalimantan Tengah, Widiya Kumala, mengatakan pembatasan penggunaan gadget di sekolah menjadi langkah awal untuk meminimalisir dampak negatif terhadap anak. Namun, pengawasan orang tua tetap dibutuhkan karena penggunaan gadget di luar jam sekolah tidak dapat dipantau oleh pihak sekolah.
"Mungkin kalau di sekolah sudah bagus nih dipandu dibatasi penggunaan gadgetnya. Nah, kita tidak tahu penggunaan di luar itu gitu. Di luar itu apakah digunakan dengan baik, dengan bijak atau mereka dengan sendirinya bablas gitu. Karena ya itu tadi masih lemahnya kontrol dari orang tua gitu," katanya, saat mengisi program Zona Edukasi di Pro 1 RRI Palangka Raya, Jumat, 24 Juli 2026.
Broadcaster sekaligus Kreator Konten, Jadmiko Wicaksono, mengatakan selain pengawasan, anak juga perlu mendapatkan edukasi yang baik dalam memanfaatkan teknologi. Menurutnya, anak harus memiliki pola pikir bahwa teknologi bukan sekadar alat yang digunakan sesuka hati, melainkan sesuatu yang perlu dikelola secara bijak sebagai pengguna.
"Jadi anak-anak didik kita, masyarakat kita itu jangan kita tempatkan untuk beradaptasi dengan kecerdasan buatan. Jangan sebagai alat. Tapi tempatkan masyarakat kita, tempatkan anak-anak didik kita menjadi masyarakat yang adaptif dengan teknologi dengan sebagai pengguna. Nah, pengguna ini kan dia lebih kepada me-manage," katanya.
Pendampingan yang konsisten dari keluarga dan sekolah menjadi kunci agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara positif. Dengan bimbingan yang tepat, anak dapat menggunakan AI untuk mendukung kreativitas, belajar, dan mengembangkan kemampuan tanpa mengabaikan etika serta keamanan di dunia digital.
Kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan berbagai pihak diharapkan mampu menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi anak. Dengan begitu, pemanfaatan kecerdasan buatan dapat memberikan manfaat yang optimal tanpa mengorbankan perkembangan karakter maupun kesehatan mental anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....