Waspadai Kekerasan Digital Anak Melalui Game Online
- 04 Jul 2026 15:44 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Perilaku kekerasan di ruang digital merupakan isu yang perlu diwaspadai oleh setiap orang tua. Pasalnya, perilaku ini sering kali dilakukan oleh remaja dan anak-anak yang aktif mengakses game online sebagai sarana berinteraksi dengan orang lain.
Satgas Wilayah Kalimantan Tengah Densus 88, Ganjar Satriyono, mengatakan game online kerap menjadi media komunikasi yang dimanfaatkan anak-anak untuk terhubung dengan kelompok tertentu yang mengarah pada kekerasan digital. Jika tidak disertai pengawasan dan pendampingan yang tepat dari orang tua, perilaku tersebut dapat terus berkembang bahkan berpotensi mencelakai diri sendiri maupun orang lain.
"Akhirnya mereka di situ saling curhat dan mereka ditarik masuk ke dalam grup WA, dikirimi sebuah situs tertentu, akhirnya diklik dan di situ anak ditarik masuk ke dalam kelompok-kelompok kekerasan melalui ruang digital. Permainan game online bukan permainannya yang memaparkan, tetapi game online dan media sosial lainnya hanya digunakan sebagai media atau sarana untuk anak-anak masuk ke dalam kelompok-kelompok radikal dan kelompok-kelompok kekerasan," katanya, saat mengisi program Zona Edukasi di Pro 1 RRI Palangka Raya, Kamis, 2 Juli 2026.
Lebih lanjut, Anggota Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Kalimantan Tengah, Widiya Kumala, mengatakan anak dari keluarga broken home memiliki potensi lebih besar untuk terpapar kelompok kekerasan di ruang digital. Karena itu, setiap orang tua perlu tetap memberikan pendampingan, perhatian, dan kasih sayang kepada anak dalam kondisi apa pun.
"Memang ketika terjadi perceraian itu korbannya pasti anak. Tetapi ketika terjadinya perceraian ini tapi antara suami dan istri punya komitmen merawat bersama-sama insyaallah atau Tuhan mengizinkan tangki cinta si anak tidak akan kosong," katanya.
Menurut Widiya, kondisi keluarga yang tidak utuh bukan berarti anak pasti akan terjerumus ke dalam perilaku negatif. Komitmen kedua orang tua untuk tetap hadir, bekerja sama dalam pengasuhan, dan memenuhi kebutuhan emosional anak menjadi kunci agar mereka tidak mencari pelarian di lingkungan yang berbahaya.
Pengawasan terhadap aktivitas digital anak perlu dilakukan secara konsisten tanpa mengabaikan komunikasi yang terbuka di dalam keluarga. Dengan pendampingan yang baik, anak akan lebih mampu menyaring pengaruh negatif di dunia digital dan terhindar dari kelompok yang mengajarkan kekerasan maupun paham radikal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....