Pengawasan Orang Tua Cegah Anak Alami Kecanduan Media Sosial Digital

  • 30 Jun 2026 15:30 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pengawasan dan pendampingan orang tua diperlukan dalam membangun kebiasaan penggunaan media sosial pada anak. Di tengah perkembangan digital yang semakin masif, anak menjadi kelompok yang rentan mengalami kecanduan gawai dan media sosial apabila tidak mendapatkan batasan yang tepat.

Broadcaster Content Producer, Jadmiko Wicaksono, mengatakan beragam konten menarik yang tersaji di media sosial sering kali membuat seseorang menghabiskan waktu lebih lama dengan ponsel. Menurutnya, jika kebiasaan tersebut terus berlangsung, anak dapat mengalami kesulitan fokus, mudah cemas, hingga terbiasa membandingkan diri dengan orang lain.

"Kalau normalnya orang namanya hidup ya manusia kan bangun tidur cuci cuci muka, gosok gigi, olahraga dulu singkat, sarapan dan segala macamnya. Terkadang sudah mulai tergantikan nih kita harus cari perhatian dulu ke sosial media, cek notifikasi dulu. Nah, ini yang mulanya menjadi masalah generasi-generasi sekarang yang sudah terbiasa menggunakan gawai, ponsel itu punya kebutuhan dari device tersebut hingga muncul problem sulit fokus, mudah cemas, lalu membandingkan diri dengan orang lain," katanya, saat mengisi program Zona Edukasi di Pro 1 RRI Palangka Raya, Kamis, 4 Juni 2026.

Lebih lanjut, Anggota Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Kalimantan Tengah, Widiya Kumala, mengatakan orang tua perlu memahami tanda-tanda anak mulai mengalami kecanduan media sosial. Gejalanya dapat terlihat dari kebiasaan menggulir ponsel dalam waktu lama, mudah cemas, mudah marah, hingga mengalami gangguan psikologis yang lebih berat seperti depresi.

"Bahkan ada kalau yang sudah addict banget sampai flapping bahkan sampai depresi pun ada. Itu ada karena misalnya dari kecanduan game saking addictnya sudah hilang semua simpati sosialnya, kalau flapping itu artinya gerak sendiri gitu secara refleks sarafnya sudah seperti itu," katanya.

Menurut Widiya, kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai kebiasaan biasa karena dapat berdampak pada kesehatan mental dan kemampuan anak berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Semakin lama kecanduan dibiarkan, semakin besar pula risiko anak kehilangan kontrol terhadap penggunaan gawainya.

Karena itu, orang tua diharapkan membangun komunikasi yang baik dengan anak serta menerapkan aturan penggunaan gawai sesuai usia. Pendampingan yang konsisten akan membantu anak memanfaatkan media sosial secara sehat tanpa mengganggu aktivitas belajar, kehidupan sosial, maupun kesehatan mentalnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....