Postur Tubuh Buruk Memicu Nyeri Tengkuk Leher saat Bekerja
- 31 Mei 2026 21:34 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Rasa kaku dan nyeri yang menusuk pada area tengkuk leher serta pundak kini menjadi keluhan kesehatan universal yang sering kali menyerang para pekerja kantoran serta generasi muda.
Kondisi tidak nyaman ini umumnya dipicu oleh ketegangan otot mendalam (myofascial pain) yang terjadi akibat kebiasaan mempertahankan postur tubuh yang buruk dalam durasi lama.
Sensasi nyeri ini tidak jarang menjalar hingga ke area kepala bagian belakang, sehingga mengganggu konsentrasi, menurunkan produktivitas harian, dan membuat penderitanya merasa cepat lelah saat beraktivitas.
Secara biomekanika, gangguan ini terjadi ketika otot-otot di area leher dan pundak dipaksa bekerja ekstra keras menopang beban kepala yang condong ke depan secara tidak alami.
Kebiasaan menatap layar komputer yang terlalu rendah, terlalu lama menunduk saat bermain ponsel (text neck syndrome), hingga posisi tidur dengan bantal yang terlalu tinggi menjadi dalang utama di balik meregangnya otot secara paksa.
Selain faktor mekanis, penumpukan beban mental atau stres psikologis di tempat kerja turut memperparah kondisi ini karena memicu pelepasan hormon yang membuat otot-otot tubuh otomatis berkontraksi dan mengeras.
Keluhan fisik ini dapat terjadi kapan saja, terutama di penghujung hari kerja ketika akumulasi kelelahan otot telah mencapai puncaknya setelah berjam-jam duduk statis.
Serangan nyeri biasanya akan terasa semakin hebat dan mengganggu apabila lingkungan tempat Anda beraktivitas memiliki suhu udara yang terlalu dingin, seperti di dalam ruang kantor ber-AC sentral.
Udara dingin tersebut secara tidak langsung menyebabkan pembuluh darah menyempit, yang kemudian membuat aliran oksigen menuju jaringan otot leher menjadi terhambat dan memicu kram.
| Baca juga: Cek Instalasi Listrik Cegah Kebakaran |
Untungnya, sebagian besar kasus nyeri tengkuk dan pundak yang bersifat ringan hingga sedang dapat disembuhkan secara mandiri melalui beberapa langkah pertolongan pertama yang praktis.
Langkah awal yang sangat disarankan adalah dengan mengompres area yang sakit menggunakan handuk hangat selama 15 hingga 20 menit untuk melemaskan otot yang kaku dan memperlancar sirkulasi darah. Selain itu, Anda wajib melakukan jeda aktif berupa peregangan ringan (stretching) pada leher dan pundak setiap 60 menit sekali di sela-sela rutinitas kerja guna mengembalikan elastisitas otot.
Sebagai langkah pemulihan total dan pencegahan jangka panjang, pengaturan ulang ruang kerja (ergonomic workstation) serta perbaikan gaya hidup mutlak harus dilakukan secara konsisten.
Memastikan posisi monitor sejajar dengan mata dan menjaga hidrasi tubuh dengan minum air putih yang cukup akan sangat membantu menjaga kesehatan bantalan tulang leher.
Namun, apabila rasa nyeri di tengkuk dan pundak ini menetap lebih dari dua minggu, atau disertai gejala mati rasa pada lengan, segeralah memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan terapi medis yang tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....