Alat Tumbuk Tradisional Tetap Bertahan di tengah Modernisasi Peralatan di Dapur

  • 30 Mei 2026 12:37 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Alat tumbuk tradisional merupakan salah satu perlengkapan rumah tangga yang telah digunakan masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu.

Peralatan ini umumnya terdiri dari lesung dan alu yang terbuat dari kayu keras atau batu. Meski kini banyak digantikan oleh mesin penggiling modern, alat tumbuk tradisional masih digunakan di sejumlah daerah, terutama untuk mengolah bahan pangan dan menjaga cita rasa khas hasil olahan tradisional.

Menurut informasi yang dimuat oleh kompas.com⁠, lesung dan alu memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat agraris Indonesia. Peralatan ini digunakan untuk menumbuk padi menjadi beras, menghaluskan bumbu dapur, hingga mengolah bahan makanan tradisional.

Selain berfungsi sebagai alat rumah tangga, lesung juga menjadi bagian dari budaya dan tradisi masyarakat di berbagai daerah.

Di Kalimantan, Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi, alat tumbuk tradisional masih dapat ditemukan di rumah-rumah warga maupun sentra produksi pangan tradisional.

Banyak masyarakat meyakini bahwa bumbu yang dihaluskan menggunakan lesung dan alu menghasilkan aroma dan rasa yang lebih kuat dibandingkan menggunakan mesin. Hal ini karena proses penumbukan dilakukan secara perlahan sehingga tekstur bahan tetap terjaga.

Media antaranews.com⁠ dalam sejumlah laporannya menyebutkan bahwa lesung tidak hanya berfungsi sebagai alat pengolahan pangan, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya. Di beberapa daerah, kegiatan menumbuk padi secara bersama-sama menjadi sarana mempererat hubungan antar warga.

Bahkan, bunyi tumbukan lesung kerap menjadi bagian dari kesenian tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Selain nilai budaya, alat tumbuk tradisional juga dikenal memiliki daya tahan yang tinggi. Lesung yang dibuat dari kayu ulin, kayu jati, atau batu dapat digunakan selama puluhan tahun. Tidak sedikit keluarga yang masih menggunakan lesung warisan orang tua atau kakek-nenek mereka.

Keawetan inilah yang menjadikan alat tumbuk tradisional tetap memiliki nilai ekonomis dan historis yang tinggi.

Para pemerhati budaya yang dikutip oleh kemdikbud.go.id⁠ menilai bahwa pelestarian alat tumbuk tradisional penting dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya bangsa.

Meski teknologi terus berkembang, keberadaan lesung dan alu tidak hanya mencerminkan kearifan lokal dalam mengolah pangan, tetapi juga menjadi pengingat akan sejarah panjang kehidupan masyarakat Indonesia yang dekat dengan alam dan tradisi gotong royong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....