Makna Iduladha, Momentum Keikhlasan dan Pengorbanan

  • 26 Mei 2026 14:37 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Hari Raya Iduladha menjadi salah satu momen penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain identik dengan penyembelihan hewan kurban, Iduladha juga mengandung makna mendalam tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepatuhan kepada Allah Subhanawataala.

Perayaan Iduladha setiap tahunnya selalu disambut penuh suka cita oleh masyarakat. Tidak hanya menjadi hari besar keagamaan, Iduladha juga menjadi momentum mempererat silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial antar sesama melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam ajaran Islam, Iduladha berkaitan erat dengan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Kisah tersebut menjadi simbol ketaatan seorang hamba dalam menjalankan perintah Allah dengan penuh keikhlasan dan pengorbanan.

Ustadz Ansori saat menjadi narasumber Program Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Palangka Raya Senin, 25 Mei 2026 mengatakan Iduladha tidak dapat dipisahkan dari sejarah, makna, serta keutamaannya bagi umat Islam. Menurutnya, Iduladha juga dikenal sebagai hari raya kurban dan lebaran haji karena berlangsung bersamaan dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

"Dalam momentum Iduladha umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban seperti kambing, domba, sapi, maupun unta sebagai bentuk ketakwaan dan kepedulian terhadap sesama," katanya.

Ansori menambahkan, inti dari peringatan Iduladha adalah bagaimana umat Islam mampu meneladani sikap Nabi Ibrahim yang rela berkorban demi menjalankan perintah Allah Subhanawataala. Nilai pengorbanan tersebut menjadi pelajaran penting dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun kehidupan bermasyarakat.

Semangat berkurban juga dinilai mampu menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial. Melalui pembagian daging kurban, masyarakat diajak untuk saling berbagi kebahagiaan, terutama kepada warga yang membutuhkan.

Salah seorang muslim di Palangka Raya, Iqbal, menilai Iduladha mengajarkan umat Islam tentang arti keikhlasan dan ketaatan kepada Tuhan. Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail memberikan pelajaran berharga tentang kesabaran dan ketulusan dalam menjalankan perintah agama.

"Dalam kehidupan saat ini nilai-nilai Iduladha dapat diterapkan dengan belajar ikhlas, berbagi, serta merelakan sebagian harta untuk membantu sesama melalui ibadah kurban," ucapnya.

Momentum Iduladha diharapkan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial keagamaan semata, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan, meningkatkan rasa kepedulian sosial, serta menanamkan nilai keikhlasan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dengan semangat berbagi dan pengorbanan yang diajarkan dalam Iduladha, masyarakat diharapkan mampu terus menjaga kebersamaan dan saling membantu demi terciptanya kehidupan yang harmonis dan penuh kepedulian sosial. (Prayoga)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....