Masyarakat Harus Mengenali Tanda Tersembunyi Adanya Dehidrasi di dalam Tubuh

  • 25 Mei 2026 08:35 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Selama ini kita sering mendengar anjuran untuk minum air putih minimal 8 gelas sehari guna menjaga kecukupan cairan tubuh.

Namun, tahukah Anda bahwa kebutuhan hidrasi setiap individu sebenarnya berbeda-beda tergantung pada berat badan, tingkat aktivitas, hingga suhu lingkungan sekitar? Menilai kecukupan cairan hanya dari hitungan gelas sering kali membuat kita terkecoh, hingga tanpa sadar tubuh sudah mengalami dehidrasi ringan.

Dehidrasi atau kekurangan cairan tidak selalu ditandai dengan tenggorokan yang terasa kering atau rasa haus yang hebat. Tubuh manusia memiliki alarm biologis yang sangat cerdas. Ketika organ dalam mulai kekurangan air, tubuh akan mengirimkan berbagai sinyal rahasia yang jarang disadari oleh masyarakat umum sebagai gejala dehidrasi.

Jika Anda sering mengalami kondisi-kondisi di bawah ini, bisa jadi itu adalah cara tubuh meminta tambahan asupan air:

  • Bau Mulut yang Mengganggu: Ketika tubuh kekurangan cairan, produksi air liur (Saliva) akan menurun drastis. Padahal, air liur memiliki sifat antibakteri alami. Penurunan air liur membuat bakteri di dalam mulut berkembang biak lebih cepat dan memicu aroma napas yang tidak sedap.
  • Keinginan Tiba-Tiba untuk Mengonsumsi Makanan Manis: Saat Anda mengalami dehidrasi, organ hati (liver) akan kesulitan memecah glikogen menjadi energi. Akibatnya, tubuh mengirimkan sinyal kelaparan palsu, terutama berupa Craving atau keinginan kuat untuk menyantap makanan manis atau cokelat demi mendapatkan energi instan.
  • Kulit Kehilangan Elastisitas (Uji Cubit): Kulit yang kering, kusam, atau mendadak tampak lebih berkerut merupakan alarm nyata. Anda bisa melakukan tes sederhana: cubit kulit di punggung tangan selama beberapa detik lalu lepaskan. Jika kulit membutuhkan waktu lama untuk kembali ke posisi semula, itu tandanya sel-sel kulit Anda sedang gersang.
  • Sakit Kepala dan Gampang Marah (Kelelahan Otak) Kekurangan cairan menyebabkan volume darah menurun, sehingga aliran oksigen menuju otak berkurang. Dampaknya, Anda akan merasakan sakit kepala berdenyut ringan, sulit berkonsentrasi, hingga menjadi lebih sensitif dan mudah tersinggung.

Mengabaikan tanda-tanda dehidrasi ringan secara terus-menerus dapat berdampak buruk pada kesehatan jangka panjang. Cairan tubuh memegang peranan vital dalam melumasi sendi, membuang racun melalui ginjal, hingga menjaga stabilitas tekanan darah.

Mengetahui tanda rahasia ini membantu kita mendeteksi masalah hidrasi lebih dini sebelum berkembang menjadi gangguan ginjal atau penurunan performa tubuh yang drastis saat beraktivitas.

Cara paling akurat untuk mengukur kecukupan hidrasi adalah dengan memeriksa warna urine Anda saat buang air kecil. Jika urine berwarna bening atau kuning jernih layaknya air lemon, berarti hidrasi Anda sudah tercukupi.

Namun, jika warnanya kuning pekat atau cenderung jingga, segera ambil segelas air putih. Jangan menunggu sampai rasa haus datang menyerang, karena haus adalah tanda bahwa tubuh Anda sudah berada di fase awal dehidrasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....