Pulang Pisau Jadi Contoh Transformasi Pendidikan Menjangkau Daerah
- 04 Mei 2026 16:54 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Diskusi pendidikan bertajuk “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” digelar di Aula Banama Tingang, Kantor Bupati Pulang Pisau. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kalimantan Tengah, sekaligus menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Usai kegiatan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa pelaksanaan Hardiknas di Kalimantan Tengah menjadi simbol pemerataan transformasi pendidikan hingga ke daerah. “Pelaksanaan Hardiknas di Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga menjangkau daerah seperti Pulang Pisau,” ujarnya, Sabtu, 2 Mei 2026.
Ia menjelaskan, berbagai kebijakan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di daerah, termasuk peningkatan kualitas guru dan dukungan sarana pembelajaran.
Salah satu program yang telah dirasakan manfaatnya adalah penyediaan televisi interaktif digital untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah. Program ini juga sejalan dengan percepatan sertifikasi guru.
Selain itu, pemerintah pusat terus mendorong program revitalisasi sekolah, khususnya bagi sekolah dengan kondisi rusak berat, rawan bencana, serta berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Fajar menyebut, pada tahun sebelumnya Kabupaten Pulang Pisau telah menerima bantuan revitalisasi untuk 16 sekolah. Jumlah tersebut diharapkan meningkat seiring rencana pemerintah memperluas cakupan program secara nasional.
“Tahun lalu Pulang Pisau mendapatkan 16 sekolah yang direvitalisasi. Mudah-mudahan tahun ini bisa bertambah,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat di daerah merupakan bentuk komitmen untuk memastikan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. “Kehadiran kami di sini adalah simbol bahwa pemerintah pusat benar-benar mendengar dan siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” ucapnya tegas.
Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat dukungan melalui alokasi APBD, meskipun di tengah keterbatasan fiskal. Selain sarana dan prasarana, Fajar menekankan pentingnya peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
“Kalau lingkungan belajar aman dan nyaman, anak-anak akan lebih termotivasi untuk belajar,” ujarnya.
Menurutnya, kualitas proses pembelajaran tetap menjadi fokus utama, sementara sarana prasarana merupakan faktor pendukung yang dibangun secara bertahap dan berkelanjutan.
Ia juga mengungkapkan target nasional pembangunan dan perbaikan sekolah yang cukup besar, yakni hingga ratusan ribu sekolah secara bertahap hingga 2029, dengan prioritas pada sekolah rusak berat, wilayah terdampak bencana, dan daerah 3T.
Pemerintah pun mengajak seluruh pihak untuk mendukung program transformasi pendidikan agar berjalan optimal dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....