Edukasi Lingkungan Perlu Adaptif, Generasi Muda Minim Interaksi dengan Alam
- 30 Apr 2026 13:52 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Upaya meningkatkan kepedulian lingkungan pada generasi muda menjadi tantangan besar di tengah perubahan pola hidup di era digital. Pendekatan edukasi pun dituntut lebih adaptif agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
Peneliti dari Borneo Nature Foundation, Agnes Ferisa, mengatakan salah satu tantangan utama adalah bagaimana menyederhanakan hasil penelitian ilmiah agar lebih mudah dipahami generasi muda. Menurutnya, selama ini informasi ilmiah yang disajikan dalam bentuk jurnal cenderung dianggap berat sehingga minat baca masyarakat, khususnya anak muda, masih rendah.
“Tantangan tertinggi adalah bagaimana menerjemahkan hal yang kompleks menjadi bahasa yang lebih sederhana dan relevan, tanpa menghilangkan kebenaran fakta di dalamnya,” ujarnya saat mengisi program Obrolan Komunitas di Pro 1 RRI Palangka Raya, Senin, 27 April 2026.
Sementara itu, Penyuluh Kehutanan Taman Nasional Sebangau, Noviyanti Nugraheni, menilai generasi muda saat ini cenderung hanya mengenal alam melalui media sosial. Hal tersebut menyebabkan minimnya interaksi langsung dengan lingkungan.
“Anak-anak sekarang banyak melihat hutan hanya dari unggahan media sosial, sehingga empati ekologisnya menjadi kurang,” katanya. Ia menjelaskan, pengalaman langsung seperti melihat, mencium, dan merasakan kondisi alam sangat penting dalam membangun kesadaran lingkungan yang lebih mendalam.
Kurangnya interaksi nyata dengan alam dinilai berdampak pada rendahnya kepedulian terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan langkah kolaboratif untuk mengemas edukasi lingkungan secara lebih menarik dan mudah dipahami.
Selain itu, generasi muda juga perlu didorong untuk lebih banyak berinteraksi langsung dengan alam agar kesadaran dan kepedulian lingkungan dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....