Kebiasaan W-Sitting dan Bermain Gadget Picu Gangguan Tulang pada Anak

  • 24 Apr 2026 19:53 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kesadaran orang tua terhadap posisi tubuh anak saat beraktivitas sehari-hari menjadi kunci utama dalam mencegah kelainan tulang permanen. Kebiasaan duduk maupun posisi saat menggunakan perangkat elektronik yang salah seringkali dianggap sepele, padahal dampak jangka panjangnya dapat mengubah struktur anatomi tubuh anak secara signifikan.

Fisioterapis Anak dari RS Permata Hati Palangka Raya, Stefanus, A.Md., Kes, menegaskan bahwa pola duduk anak di rumah memiliki korelasi langsung terhadap perkembangan postur mereka. Ia menyoroti bahwa kebiasaan fisik yang dilakukan secara berulang akan membentuk fondasi tulang anak hingga mereka dewasa nanti.

"Iya tentu postur tubuh itu mempengaruhi. Misalnya kalau di rumah anak-anak itu posisi duduknya W-sitting. W-sitting itu kan duduknya kayak berlutut tapi kedua kakinya terbuka membentuk huruf W," ujar Stefanus saat mengisi Dialog Indonesia Sehat di RRI Palangka Raya pada Jumat, 24 April 2026.

Menanggapi hal tersebut, Stefanus menjelaskan lebih lanjut bahwa posisi duduk membentuk huruf W tersebut sangat berbahaya bagi perkembangan ekstremitas bawah. Menurutnya, tekanan yang tidak merata saat posisi tersebut dapat mengganggu stabilitas tulang pinggul serta mempengaruhi struktur tulang lutut hingga tulang kaki bagian bawah.

Dampak fisik yang paling nyata dari kebiasaan W-sitting ini adalah perubahan bentuk kaki anak yang menjadi tidak normal. Stefanus memaparkan bahwa gangguan pada titik-titik tulang tersebut pada akhirnya dapat memicu kondisi kaki anak yang melengkung ke dalam atau secara medis sering disebut dengan bentuk kaki X.

Selain masalah posisi duduk, gaya hidup digital pada anak-anak juga menjadi perhatian serius dalam dunia fisioterapi. Stefanus menekankan bahwa durasi penggunaan gawai yang lama tanpa memperhatikan ergonomi tubuh akan memperburuk kesehatan tulang belakang.

"Misalnya juga kalau postur, anak sering main gadget atau dia baca, misalnya posturnya sering bungkuk, tentu itu akan mempengaruhi kondisi tulang belakang anak," ucapnya.

Sebagai penjelasan teknis atas pernyataan tersebut, Stefanus memperingatkan bahwa kebiasaan membungkuk saat membaca atau bermain gawai dapat menyebabkan pergeseran kelengkungan tulang belakang. Ia menyatakan bahwa tekanan terus-menerus pada posisi bungkuk tersebut berisiko tinggi mengakibatkan anak menderita kelainan tulang seperti skoliosis, yang ditandai dengan tulang belakang melengkung ke samping, atau lordosis yang menyerang area punggung bawah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....