Maraknya Kekerasan Verbal Anak Dipicu Pengaruh Game Online

  • 16 Apr 2026 20:25 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Perilaku kekerasan yang dilakukan anak saat ini semakin sering terjadi di lingkungan pergaulan. Kata-kata kasar yang dilontarkan anak menjadi salah satu bentuk perundungan verbal yang perlu mendapat perhatian serius.

Ketua Departemen Pelayanan Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Sanurang Sanupatti, mengatakan perilaku dan kata-kata kasar kerap didapatkan anak saat bermain game online. Sikap tersebut kemudian terbawa ke dalam interaksi sosial sehari-hari, baik dengan teman maupun lingkungan sekitar.

"Pembenaran untuk berkata kasar ketika main game, jadi anak-anak sekarang berbicara kasar menyebut binatang segala macam secara tidak sadar akhirnya dibawa ke dunia nyata bahkan dipakai ketika dia berteman. Jadi dia seperti membenarkan hal-hal yang bersifat kekerasan atau sifat-sifat kasar," katanya, saat menjadi narasumber program Zona Edukasi di Pro 1 RRI Palangka Raya, Kamis, 9 April 2026.

Lebih lanjut, Anggota Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Kalimantan Tengah, Widiya Kumala, mengatakan untuk mencegah perilaku kekerasan semakin lazim, orang tua perlu memberikan edukasi yang tepat kepada anak. Pemberian akses gadget tanpa pengawasan juga dinilai memiliki berbagai dampak buruk yang perlu diantisipasi sejak dini.

"Jadi dan orang tua pun juga harus paham bahwa mereka juga harus belajar, mereka juga harus memberitahukan bahwa fasilitasi handphone digunakan sesuai dengan kegunaannya. Media ini punya sisi negatif dan sisi positif seperti ini, itu orang tua juga harus menjelaskan, jadi tidak serta-merta hanya memberikan saja," katanya.

Fenomena ini menunjukkan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak di tengah perkembangan teknologi. Anak perlu dibimbing agar mampu membedakan perilaku yang layak diterapkan di dunia nyata dan yang tidak.

Dengan pengawasan dan komunikasi yang baik, diharapkan anak dapat menggunakan teknologi secara bijak tanpa meniru perilaku negatif. Upaya bersama antara orang tua, sekolah, dan lingkungan menjadi kunci untuk menekan perundungan verbal di kalangan anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....