Faktor-Faktor Pemicu Overthinking Perlu Diketahui dalam Pandangan Islam
- 26 Apr 2026 20:56 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Overthinking menjadi kebiasaan buruk yang perlu diperhatikan, terutama di kalangan anak muda. Diperlukan kesadaran sejak dini untuk mencegah kebiasaan ini agar tidak berlanjut dan berdampak pada kesehatan mental.
Dekan FUAD Universitas Islam Negeri Palangka Raya, Zainab Hartini, mengatakan penting untuk mengetahui faktor-faktor pemicu guna mencegah overthinking. Beberapa faktor yang sering muncul adalah keinginan mengendalikan banyak hal serta kurangnya rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan hidup.
"Jadi, overthinking ini muncul ada beberapa hal, di antaranya terlalu ingin mengendalikan semua hal, semua mau dikendalikan. Yang kedua, kurang percaya diri, berpikir bisa enggak ya dan takut gagal," katanya, saat mengisi program Mutiara Pagi, Jumat 24 April 2026.
Selain itu, Zainab Hartini menjelaskan bahwa dalam perspektif Islam, overthinking juga dipicu oleh kebiasaan menggantungkan diri pada penilaian manusia. Sikap tawakal yang lemah setelah berusaha turut memperparah kondisi tersebut.
"Terlalu tergantung pada penilaian manusia, kira-kira nanti kalau saya begini pandangan orang bagaimana ya. Kemudian, lemah tawakal ketika kita berusaha maka harus disertai kepasrahan diri kepada Allah, sambil terus berusaha, kalau hanya overthinking berpikir saja itu tidak akan bisa tercapai keinginan," katanya.
Ia menekankan bahwa keseimbangan antara usaha dan tawakal menjadi kunci penting dalam mengatasi overthinking. Seseorang perlu tetap berpikir rasional, namun tidak larut dalam kekhawatiran berlebihan.
Dengan memahami pemicu dan cara mengatasinya, diharapkan generasi muda dapat lebih bijak dalam mengelola pikiran. Upaya ini penting agar mereka mampu menjalani kehidupan dengan lebih tenang, fokus, dan produktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....