Warga Waspada, Musim Kemarau Tahun Ini Lebih Panjang
- 14 Apr 2026 21:40 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau tahun 2026 ini.
Berdasarkan analisis dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, memprediksi awal musim kemarau tahun ini akan terjadi lebih cepat dari biasanya.
Menurut Kepala BMKG, Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, Mulyono Leonardo, pergerakan musim kering di Kotim akan diawali dari wilayah utara, dilanjutkan wilayah tengah dan kemudian di wilayah selatan. Durasi musim kemarau tahun ini juga diprediksi lebih lama dari tahun lalu, yaitu selama 120 hari.
"Awal musim kemaraunya di Juni Dasarian 1 atau di tanggal 1 Juni awal musimnya, terus durasinya sekitar 120 hari, perkiraan sampai akhir September, lebih panjang dari normalnya, jadi jatuhnya sekitar sampai di 30 September, jatuh sama durasi musim. Terus puncaknya di Agustus 2026. Kemarau tahun ini datangnya lebih awal, terus durasinya lebih panjang, dan kemungkinan besar potensi El Nino lemah dan moderat," katanya, Selasa 14 April 2026
Namun secara regional Kalimantan Tengah, awal kemarau diperkirakan terjadi lebih jelas pada dasarian III Mei hingga dasarian III Juni 2026. Itu artinya, fase kering bisa muncul lebih awal di Kabupaten Kotawaringin Timur khususnya Sampit, namun puncak peralihan musim terjadi sekitar Mei–Juni.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....