BMKG Kalteng Prediksi Cuaca Ekstrem Meningkat Sepanjang 2026

  • 13 Apr 2026 19:48 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah memprediksi potensi cuaca ekstrem akan meningkat sepanjang tahun 2026. Prakirawan BMKG, Neng Arini, menyampaikan bahwa hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpeluang terjadi di sejumlah wilayah, terutama pada masa peralihan musim.

Ia menjelaskan, musim kemarau diperkirakan mulai terjadi pada dasarian ketiga, yakni awal hingga akhir Mei, kemudian meluas hingga akhir Juni. Sementara itu, puncak musim kemarau diprediksi berlangsung pada Juli hingga Agustus di wilayah Kalimantan Tengah.

“Kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer global dan regional yang berdampak langsung pada pola cuaca di Kalteng,” ujarnya, Senin, 13 April 2026.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Selain itu, sektor transportasi darat, sungai, hingga penerbangan juga diminta memperhatikan informasi cuaca terkini demi keselamatan.

Sementara itu, salah satu warga Palangka Raya, Saen, mengaku harus selalu siap menghadapi cuaca yang tidak menentu. “Hujan sekarang tidak bisa diprediksi, jadi saya selalu siapkan jas hujan di motor,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan perlengkapan seperti jaket saat beraktivitas di luar ruangan, mengingat cuaca siang hari yang cukup terik pada masa peralihan musim.

Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat koordinasi dalam upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Masyarakat pun diimbau untuk rutin memantau informasi resmi BMKG serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

Dengan kesiapan dan kerja sama berbagai pihak, diharapkan dampak cuaca ekstrem dapat diminimalisir serta keselamatan masyarakat tetap terjaga sepanjang tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....