Waspada Makanan yang Dimasak dengan Metode Bakar Pemicu Kanker

  • 04 Apr 2026 20:40 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap konsumsi makanan bakaran yang berlebihan karena berpotensi meningkatkan risiko kanker. Meski memiliki cita rasa khas dan banyak digemari, proses pembakaran pada suhu tinggi dapat memicu terbentuknya senyawa berbahaya bagi tubuh.

Para ahli kesehatan menjelaskan, saat makanan seperti daging dibakar langsung di atas api, dapat terbentuk senyawa karsinogenik seperti heterocyclic amines (HCA) dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH). Kedua zat ini diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Selain itu, bagian makanan yang gosong atau hangus juga perlu dihindari. Warna hitam pada makanan bakaran menandakan adanya proses pembakaran berlebih yang dapat menghasilkan zat beracun. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk tidak mengonsumsi bagian yang sudah terlalu matang atau terbakar.

Beberapa jenis makanan yang sering diolah dengan cara dibakar antara lain ikan, ayam, dan berbagai olahan sate. Jika tidak diolah dengan benar, makanan tersebut berpotensi mengandung zat berbahaya yang dapat memicu gangguan kesehatan. Untuk mengurangi risiko, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, seperti tidak membakar makanan terlalu lama, menggunakan suhu sedang, serta membalik makanan secara berkala agar tidak gosong.

Menggunakan alas seperti daun atau aluminium foil juga dapat membantu mengurangi kontak langsung dengan api. Selain itu, marinasi atau merendam bahan makanan dengan bumbu tertentu sebelum dibakar juga dapat membantu menekan pembentukan senyawa berbahaya.

Cara ini tidak hanya meningkatkan cita rasa, tetapi juga memberikan perlindungan tambahan bagi kesehatan. Meskipun demikian, masyarakat tidak perlu sepenuhnya menghindari makanan bakaran.

Konsumsi tetap diperbolehkan selama tidak berlebihan dan diolah dengan cara yang lebih aman. Pola makan seimbang dan gaya hidup sehat tetap menjadi kunci utama dalam mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....