Harsiarnas ke-93 Memperkuat Peran Penyiaran sebagai Media Edukasi dan Kolaborasi
- 01 Apr 2026 20:58 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Peringatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) ke-93 yang jatuh pada 1 April 2026, menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali peran media penyiaran di era digital. Tahun ini, Harsiarnas mengusung tema “Kolaborasi Penyiaran Mewujudkan Ketahanan Nasional” sebagai bentuk pengakuan atas peran strategis insan penyiaran bagi negara.
Tantangan dan peluang dunia penyiaran dalam menjalankan fungsi edukasi menjadi sorotan utama. Menurut Wakil Dekan Satu Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN Palangka Raya, Nor Faridatunnisa, lembaga penyiaran seperti TV dan radio telah cukup berhasil mengedukasi masyarakat, namun perlu melakukan penyesuaian strategi di tengah pesatnya teknologi.
“Tantangan terbesarnya kita menghadapi teknologi yang berkembang jauh banget. Jadi bagaimana radio atau TV pemerintah ini bisa bersaing bikin konten yang lebih menarik perhatian anak muda zaman sekarang,” ucapnya, Rabu, 1 April 2026. Ia menekankan pentingnya pengaturan jam siar yang tepat serta inovasi konten agar lembaga penyiaran resmi tetap mampu menarik minat generasi muda yang kini lebih akrab dengan platform video pendek.
Sementara itu, pandangan positif datang dari kalangan mahasiswa yang menilai media penyiaran konvensional tetap memiliki nilai lebih dalam hal akurasi. Salah seorang mahasiswa di Palangka Raya, Livya, mengungkapkan bahwa di tengah maraknya informasi media sosial, berita di radio dan televisi jauh lebih kredibel karena melalui proses verifikasi yang ketat.
“Radio atau TV nasional itu kan menghadirkan berita yang sudah melalui pra-verifikasi dan sebagainya. Jadi, saya pribadi merasa itu adalah berita yang sangat-sangat baik dan relevan gitu untuk zaman sekarang dibanding media sosial,” katanya.
Melalui semangat kolaborasi di momentum Harsiarnas ke-93, dunia penyiaran diharapkan terus bertransformasi menjadi wadah kreativitas dan edukasi yang masif. Penguatan konten yang inovatif serta pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci agar lembaga penyiaran tetap menjadi rujukan utama masyarakat dalam mendapatkan informasi yang sehat dan membangun. (Rian Hidayat)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....