Kegiatan KURMA: Ruang Cerita, Dialog, dan Persaudaraan Anak Muda di Bulan Ramadan

  • 12 Mar 2026 22:18 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.CO, Jakarta - Anak muda dari berbagai komunitas berkumpul dalam suasana hangat pada

kegiatan KURMA (Kumpul Ramadan Anak Komunitas) yang diselenggarakan di Wisma Rahmat Ali,

Jakarta Pusat (8 Maret 2026).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Global Peace Foundation (GPF) bersama Ruang Rasa Indonesia

sebagai ruang aman dan inklusif bagi anak muda untuk berkumpul, berdialog, dan bertumbuh bersama di

bulan Ramadan.

KURMA menjadi ruang bagi para peserta untuk berbagi kisah dan pengalaman yang selama ini mungkin

tersimpan dalam hati. Dalam suasana yang penuh kepercayaan dan kebersamaan, para peserta saling

mendengarkan dan menemukan bahwa setiap cerita memiliki makna dan pelajaran yang berharga.

Selain sesi berbagi cerita, peserta juga mengikuti workshop bertema Growth Mindset dan Feedback yang

dipandu oleh Muhammad Mahmudi. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami pentingnya pola pikir

bertumbuh serta mengikuti Practice Lab: simulasi respons asertif terhadap ancaman lisan maupun tulisan.

Materi disampaikan secara interaktif dan ringan, sehingga mudah dipahami oleh peserta yang berasal dari

berbagai latar belakang.

Suasana workshop semakin hidup ketika peserta memainkan Spin & Speak Card edisi Feedback, sebuah

permainan kartu yang dikembangkan oleh tim GPF Indonesia. Melalui permainan ini, peserta belajar

bagaimana memberikan dan menerima umpan balik secara lebih terbuka, reflektif, dan konstruktif,

sekaligus memperkuat keterampilan komunikasi yang sehat.

Momen kebersamaan semakin terasa ketika peserta berbuka puasa bersama. Dalam kegiatan ini, peserta

diminta untuk berbuka puasa dengan orang yang berasal dari komunitas yang berbeda. Cara sederhana ini

membuka ruang percakapan baru, memperluas jejaring pertemanan, serta mendorong dialog lintas

komunitas yang dimulai dari aktivitas yang paling sederhana: makan bersama.

Miftahul Khoir, Program Manager Global Peace Foundation Indonesia, menyampaikan bahwa kegiatan

seperti KURMA menjadi penting untuk menghadirkan ruang dialog yang sehat bagi anak muda.

“Anak muda hari ini membutuhkan ruang yang aman untuk berbagi cerita, belajar satu sama lain, dan

membangun empati lintas komunitas. Melalui kegiatan seperti KURMA, kita melihat bahwa percakapan

sederhana dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan semangat

perdamaian di kalangan generasi muda,” ujar Miftahul Khoir.

Sementara itu, Rodhiyah Mardhiyyah, Ketua Ruang Rasa, menekankan bahwa ruang kebersamaan seperti

ini sangat dibutuhkan oleh anak muda di tengah berbagai tantangan yang mereka hadapi.

“KURMA lahir dari keinginan untuk menghadirkan ruang yang hangat dan tanpa penghakiman, di mana

anak muda dapat merasa didengar dan diterima. Kami percaya bahwa ketika anak muda memiliki ruang

aman untuk berbagi dan berdialog, mereka dapat saling menguatkan dan tumbuh bersama,” kata

Rodhiyah Mardhiyyah.

Menjelang akhir kegiatan, suasana hangat yang telah terbangun membuat perpisahan terasa tidak mudah.

Banyak peserta membagikan pengalaman mereka melalui media sosial, menuliskan bagaimana ruang

kecil bernama KURMA mampu menghadirkan rasa aman, pertemanan baru, serta percakapan yang

bermakna.

Kehangatan tersebut tidak berhenti ketika acara selesai. Ia berlanjut melalui kenangan, refleksi, dan

pesan-pesan yang dibagikan oleh para peserta menjadi pengingat bahwa ruang dialog yang aman masih

sangat dibutuhkan oleh anak muda hari ini.

Di tengah berbagai tantangan dan ketidaknyamanan yang masih terjadi di dunia, kegiatan sederhana

seperti KURMA menjadi pengingat bahwa harapan dapat tumbuh dari pertemuan-pertemuan kecil yang

menghadirkan dialog, kehangatan, dan persaudaraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....