GFI: Membangun Kepercayaan Masyarakat Jadi Tantangan Reforestasi Hutan

  • 09 Mar 2026 21:28 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Upaya mengembalikan hutan agar kembali berfungsi secara semestinya bukanlah hal yang mudah. Berbagai kendala dan tantangan kerap dihadapi pegiat lingkungan, termasuk oleh organisasi Good Forest Indonesia (GFI) dalam menjalankan program reforestasi.

Fast Income Project Manager Good Forest Indonesia, Natalia Caw, mengatakan salah satu tantangan utama dalam upaya mengembalikan fungsi hutan adalah membangun kepercayaan masyarakat. Hal ini penting karena masyarakat kerap memiliki pengalaman kurang baik dengan sejumlah program penanaman pohon yang sebelumnya pernah dilakukan.

"Kalau paling utama itu adalah membangun kepercayaan masyarakat, jadi karena masyarakat itu juga punya pengalaman. Ada banyak lembaga atau program penanaman pohon yang masuk, tetapi tidak ada pendampingan lanjutan yang baik, bahkan juga tidak ada jaminan untuk bisa dijual hasil panennya. Itu yang kami berusaha untuk mengurangi," katanya, saat mengisi program Green Radio di Pro 1 RRI Palangka Raya, Sabtu, 7 Maret 2026.

Natalia menambahkan, selain persoalan kepercayaan masyarakat, tantangan lain yang tidak kalah besar adalah maraknya alih fungsi hutan. Banyak kawasan hutan yang berubah menjadi lokasi tambang maupun perkebunan sawit sehingga mempersempit ruang bagi upaya pemulihan hutan.

"Yang kedua sebenarnya adalah ada proses pengalihan hutan itu alih fungsi hutan itu yang luar biasa. Entah itu jadi lokasi tambang, entah itu jadi sawit seperti itu ya. Itu tantangan luar biasa," katanya.

Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat juga turut memengaruhi keberhasilan program pemulihan hutan. Ketika masyarakat berada dalam tekanan ekonomi, mereka cenderung memilih solusi yang memberikan keuntungan cepat dibandingkan menanam pohon yang membutuhkan waktu untuk menghasilkan.

Meski demikian, keterlibatan aktif petani dalam merawat tanaman menjadi hal yang paling membahagiakan bagi tim di lapangan. Partisipasi tersebut memberi harapan bahwa tanaman yang ditanam dapat tumbuh dengan baik sehingga masa depan hutan tetap terjaga.

Rekomendasi Berita