Puasa Mewujudkan Keadilan Ekonomi, Refleksi Produksi, Konsumsi, dan Distribusi
- 27 Feb 2026 00:59 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Ibadah puasa pada hakikatnya adalah menahan diri. Jika dikorelasikan dengan persoalan ekonomi, terdapat unsur-unsur pokok yang menjadi perhatian utama, yakni produksi, konsumsi, dan distribusi.
Hal tersebut disampaikan dalam Program Tauladan PRO 2 RRI Palangka Raya dengan tema “Puasa Mewujudkan Keadilan Ekonomi”, yang menghadirkan narasumber Dosen UIN Palangka Raya, Tri Hidayati.
“Ini yang biasanya menjadi pokok utama yang dibicarakan di dalam persoalan ekonomi. Nah, yang pertama kalau kita ingin korelasikan bagaimana puasa ini terhadap persoalan produksi. Kita tahu bahwa produksi itu biasa melekat pada pelaku-pelaku usaha ya, baik industri home industri ataupun perusahaan-perusahaan besar yang memproduksi suatu barang, baik yang setengah jadi ataupun hingga barang yang langsung bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Begitu, ada batasan-batasan dalam konteks ini," ucapnya, Rabu, 25 Februari 2026.
Tri Hidayati menjelaskan, dalam konteks produksi terdapat hal-hal yang dapat dikontrol maupun yang tidak dapat dikontrol oleh pelaku usaha. Namun secara regulasi, seluruh barang dan jasa yang beredar di Indonesia wajib memiliki sertifikasi halal.
Ia menambahkan, salah satu syarat memperoleh sertifikasi halal adalah harus lolos uji dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hal ini dilakukan untuk memastikan produk yang beredar aman dan layak dikonsumsi masyarakat.
Menurutnya, pengawasan tersebut penting agar pelaku usaha tidak semata-mata mengejar keuntungan dengan cara yang tidak benar, seperti memanipulasi bahan baku, proses produksi, hingga pengemasan dengan cara-cara yang batil.
Melalui nilai-nilai puasa yang mengajarkan pengendalian diri, kejujuran, dan tanggung jawab, diharapkan pelaku ekonomi mampu menjalankan produksi secara adil dan beretika, sehingga tercipta keadilan ekonomi di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....