Cuaca Tidak Menentu, Petani Keluhkan Tanaman Busuk
- 18 Feb 2026 20:35 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Sejumlah petani di Palangka Raya mengeluhkan kondisi cuaca yang tidak menentu dalam sepekan terakhir. Perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak dinilai berdampak terhadap hasil pertanian dan membuat petani ragu mengambil risiko untuk bercocok tanam.
Salah seorang petani, Supriono, mengatakan kondisi cuaca yang terkadang panas lalu tiba-tiba hujan membuat hasil panen sulit diprediksi. “Kondisi cuaca terkadang panas lalu hujan, ini sangat rentan bagi tanaman karena hasilnya sulit ditebak. Kecenderungannya petani bisa mengalami gagal panen. Misalnya kacang yang butuh air justru mengalami kemarau dan kekeringan. Begitu juga bawang, saat hujan berturut-turut tanaman bisa busuk karena kelebihan air,” ujarnya, Selasa, 17 Februari 2026.
Menurutnya, anomali cuaca yang terjadi membuat petani harus lebih selektif dalam memilih jenis tanaman. Ia menilai tanaman jagung menjadi pilihan paling realistis karena relatif lebih tahan terhadap perubahan cuaca, selama kebutuhan pupuk tercukupi.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Palangka Raya, Sugiyono, membenarkan adanya perubahan cuaca secara mendadak di wilayah Palangka Raya dan sekitarnya yang turut berdampak pada sektor pertanian.
“Berdasarkan prakiraan cuaca tujuh hari ke depan, potensi hujan ringan masih terjadi di beberapa wilayah Kalimantan Tengah. Namun cuaca panas akan lebih mendominasi pada pertengahan Februari hingga Maret 2026. Fenomena ini merupakan tanda peralihan musim menuju kemarau,” ucapnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta menghindari pembakaran lahan yang tidak perlu. Selain itu, apabila ditemukan titik api, diharapkan dapat segera dilakukan pemadaman secara mandiri sebelum meluas.
Perubahan pola cuaca ini diharapkan dapat diantisipasi petani melalui penyesuaian pola tanam agar risiko kerugian dapat diminimalkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....