Pendeta Marko: Pentingnya Peran Orangtua di Usia Emas Anak
- 20 Jul 2025 22:56 WIB
- Palangkaraya
KBRN, Palangka Raya: Pendeta Marko Mahin dalam khotbahnya pada Minggu (20/7/2025) menyampaikan Lukas pasal 10 ayat 38 sampai 42 tidak mempertentangkan Maria dan Marta.
Ia menjelaskan seringkali orang Kristen terjebak dalam ekstrim kiri atau ekstrim kanan. Mereka terjebak menjadi sangat religius atau sangat Rohani, tapi lupa dengan mengurus duniawi. Begitu juga sebaliknya, terlalu sibuk dengan duniawi sampai lupa dengan kebutuhan Rohani. Sehingga perlu keseimbangan diri dalam dua hal tersebut sesuai dengan ajaran Al Kitab.
“Seekor burung bisa terbang kalau dia mempunyai dua sayap. Begitu juga dengan kehidupan Rohani kita. Ketika kita ekstrim kiri, maka sayap kanan kita mati. Ketika kita ekstrim kanan, maka sayap kiri kita mati”, katanya.
Sehingga harus menghindar dari oposisi biner. Berhenti berfikir dua hal yang tidak bisa dilakukan secara bersama – sama, padahal bisa dilakukan secara bersama secara seimbang. Caranya dengan tahu tujuan dan prioritas dalam mengerjakan sesuatu.
Saat ini ada banyak remaja menyia-nyiakan masa mudanya, padahal di masa muda itu bisa belajar, bersenang-senang dan bahagia secara seimbang. Namun, sering kali menjebak diri sendiri ke hal yang sia-sia. Sedangkan momen masa muda ini hanya bisa terjadi satu kali seumur hidup.
“Hari ini kita sebenarnya sedang merayakan Hari Anak GKE. Kita sangat mendukung anak-anak dan dalam pendidikan psikologi anak diajarkan ada usia emas. Usia emas tidak berlangsung dua kali, dua kali atau empat kali. Usia emas berlangsung dari 0 hingga 5 tahun, jika orangtua dan guru salah mendidik saat usia emas maka akan sulit mendidik anaknya dikemudian hari,” ujarnya.
Dalam hal ini gereja sangat menentang perlakuan siapapun yang merendahkan dan menindas anak-anak walaupun itu orangtua mereka sendiri. Orangtua tidak boleh hanya sibuk berbelanja dan bersenang-senang sendiri. Mereka harus memperhatikan pentingnya usia emas anak dan pertumbuhan otak anak.
Orangtua tidak boleh lupa memperhatikan kebutuhan nutrisi anak saat usia emas berlangsung karena bisa berakibat timbulnya stunting.
Anak menjadi terhambat tumbuh kembangnya, tidak hanya badan yang kurus dan kecil tapi otak juga susah untuk diajak berfikir dan berkembang. Pendeta Marko dalam khotbahnya berpesan, orangtua harus berhati-hati dan tidak boleh melewatkan momen terbaik saat anak di usia emas. (Masrur Adiputra)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....