Tabungan Sesungguhnya di Hari Tua

  • 30 Sep 2026 06:22 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID,Palangka Raya-Memasuki usia lanjut bukan berarti seseorang berhenti berbuat baik. Justru, masa tua dapat menjadi waktu untuk memperbanyak amal, menjaga silaturahmi, dan menumbuhkan rasa syukur sebagai bekal menghadap Allah .

Hal tersebut disampaikan Ahmad Hanafi, S.E.I., M.E., dan Muhammad Raihan Habibie dalam program Mutiara Pagi Pro1 RRI Palangka Raya, Selasa, 29 September 2026. Keduanya mengajak masyarakat memandang masa tua bukan hanya dari seberapa banyak harta yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga kebaikan yang ditinggalkan.

Muhammad Raihan Habibie mengatakan, amal tidak harus selalu diwujudkan dalam bentuk besar seperti membangun masjid atau mewakafkan tanah. Menyumbangkan Al-Qur'an, membantu menyediakan fasilitas masjid, mengajarkan membaca Al-Qur'an, salat, maupun doa kepada anak dan cucu juga dapat menjadi amal yang terus mengalir selama diamalkan.

Menurutnya, selama seseorang masih diberi kesempatan hidup, pintu amal tetap terbuka meskipun kemampuan fisik dan materi semakin terbatas. "Jangan pernah berkata, ah saya sudah tua, saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa," ujarnya, seraya mengingatkan bahwa perhatian, doa, memaafkan, dan senyuman juga merupakan bentuk kebaikan.

Sementara itu, Ahmad Hanafi menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai salah satu bekal menghadapi masa tua. Silaturahmi tidak harus selalu dilakukan dengan pertemuan, tetapi dapat dimulai dari hal sederhana seperti menelepon saudara yang jauh, menanyakan kabar anak, atau menyapa tetangga.

Hanafi juga mengajak masyarakat belajar melepaskan luka dan kekecewaan yang telah lama tersimpan. Menurutnya, bertambahnya usia semestinya diiringi dengan hati yang semakin ringan, karena berbuat baik kepada orang lain sebaiknya diniatkan karena Allah , bukan semata-mata mengharapkan balasan manusia.

Selain amal dan silaturahmi, rasa syukur disebut menjadi tabungan penting di hari tua. Dengan menerima perubahan fisik dan berbagai kehilangan secara lebih bijaksana, seseorang diharapkan dapat menjalani usia lanjut dengan lebih tenang, sabar, dan dekat kepada Allah , sehingga yang terpenting bukan sekadar panjangnya usia, melainkan usia yang diberkahi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....