Cara Menjaga Diri dan Hak Sesama dalam Islam
- 15 Sep 2026 07:36 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya- Islam mengajarkan umatnya untuk tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga menghormati dan memenuhi hak orang lain. Setiap tindakan perlu dipertimbangkan, bukan sekadar apakah seseorang mampu melakukannya, tetapi apakah tindakan tersebut dibenarkan dan tidak merugikan orang lain.
Hal tersebut disampaikan Ahmad Hanafi, S.E.I., M.E., dalam program Mutiara Pagi Pro1 RRI Palangka Raya, Selasa, 15 September 2026. Ia mengingatkan, tidak semua hal yang dapat dilakukan berarti boleh dilakukan.
Seseorang mungkin mampu berkata-kata kepada orang lain, tetapi perlu mempertimbangkan apakah perkataan tersebut berhak disampaikan jika berpotensi menyakiti, merendahkan, atau membuka aib orang lain.Menurut Ahmad Hanafi, kezaliman dalam Islam tidak hanya berkaitan dengan merugikan orang lain, tetapi juga dapat terjadi terhadap diri sendiri.
Melampaui batas yang ditetapkan Allah, meninggalkan kewajiban, terus melakukan maksiat, merusak kesehatan, serta membiarkan diri tenggelam dalam kebiasaan buruk merupakan bentuk kezaliman terhadap diri sendiri. Karena itu, menjaga tubuh, iman, waktu, dan kemampuan diri juga menjadi bagian dari tanggung jawab seorang Muslim.
Ia mencontohkan, seseorang yang terlalu sibuk bekerja demi mendapatkan penilaian baik dari orang lain terkadang justru mengabaikan kondisi dirinya. Sinyal tubuh ketika lelah atau sakit diabaikan, sementara waktu untuk keluarga, beribadah, dan kewajiban lainnya ditunda.
"Islam mengajarkan keseimbangan antara menjaga diri dan menjaga hak sesama manusia," katanya.
Kezaliman terhadap orang lain pun sering kali terjadi dalam bentuk yang dianggap kecil. Membanding-bandingkan anak hingga membuatnya merasa tidak berharga, mempermalukan bawahan, menyebarkan rahasia teman, menunda pembayaran utang meski mampu membayar, mengurangi hak pekerja, tidak menjalankan pekerjaan dengan baik, hingga mengurangi timbangan atau memberikan informasi palsu dalam perdagangan, merupakan tindakan yang menyangkut hak orang lain.
Ahmad Hanafi mengajak masyarakat melakukan introspeksi dengan bertanya kepada diri sendiri apakah ada orang lain yang tersakiti atau haknya belum ditunaikan. Ia juga mengingatkan agar tidak mengambil keputusan saat emosi, khususnya ketika sedang marah.
“Jangan bertindak ketika sedang dikuasai kemarahan,” ujarnya. Menurutnya, seseorang perlu menenangkan diri terlebih dahulu agar keputusan yang diambil tidak berubah menjadi tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....